"Penyebab lain tingginya AKI adalah karena kualitas hidup wanita muda Indonesia sebagai calon ibu melahirkan masih rendah, khususnya karena pendidikannya kebanyakan hanya lulus SD," papar staf ahli Menkokesra bidang MDGs, Dr dr Tb. Rachmat Sentika, SpA, MARS, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung Kemenko Kesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (6/5/2014).
Selain masalah pendidikan, menurut Rachmat hal-hal penting lain seperti rendahnya derajat kesehatan dan status gizi juga turut berperan.
"Kemampuan ekonominya juga banyak yang miskin. Banyak juga yang anemia, kurang zat besi dan zinc, sehingga dipastikan 30 persen dari ibu-ibu muda ! tersebut rawan gizi," ungkap Rachmat.
Seluruh faktor terkait kesehatan wanita muda, terutama faktor pendidikan, menurut Rachmat mempengaruhi pengetahuan calon ibu akan danger sign saat hamil.
"Penyebab kematian umumnya adalah karena perdarahan, infeksi dan tekanan darah tinggi. Semua ini dapat dicegah jika gejalanya diketahui lebih dini dengan danger sign seperti bengkak, pertambahan berat badan ibu berlebihan, hipertensi, serta flek pada trimester akhir," terang Rachmat.
(ajg/vit)
Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini
Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/3a1d5fad/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A50C0A60C19380A30C25752470C7640Crendahnya0Ekualitas0Ehidup0Ewanita0Eindonesia0Esalah0Esatu0Esebab0Eaki0Emeningkat/story01.htm!