"Pasien AS memiliki hasil negatif MERS-CoV berdasarkan pemeriksaan laboratorium biomolekular Universitas Udayana," tutur dr Ketut yang dihubungi detikHealth, Rabu (7/5/2014).
Berdasarkan keterangan dr Ketut, pasien AS kembali ke Tanah Air setelah melaksanakan ibadah umrah pada tanggal 3 April 2014, dan mengeluh sesak napas serta batuk-batuk. Pada tanggal 10 April. AS pun dirawat di RS Surya Husada dan dinyatakan sembuh. Namun keluhan sesak napas dan batuk-batuk tersebut muncul kembali pada Jumat (2/5) lalu.
Setelah dirawat beberapa hari dan tak mengalami kemajuan, pasien pun dipindahkan ke RS Sanglah untuk diisolasi karena gejala penyakitnya mirip dengan gejala MERS. Tak sampai sehari diisolasi, AS meninggal dini hari t! adi pada pukul 00.30 WITA.
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa sementara ini, Balitbang belum mendapat hasil terkait sampel pasien AS. Prof Tjandra mengatakan bahwa sampel yang dikirim baru sampai pukul 4 sore tadi.
"Sampel yang dikirim dari Bali baru sampai ke kantor saya pukul 4 tadi sore, langsung di masukkan ke mesin untuk diperiksa dan nanti keluar hasilnya pukul 4 pagi besok," terang Prof Tjandra.
(up/up)
Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini
Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/3a287cc1/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A50C0A70C1950A540C25764910C7630Cdinkes0Ebali0Epastikan0Eas0Emeninggal0Ebukan0Ekarena0Emers0Ecov/story0! 1.htm