Jumat, 09 Mei 2014

Berita Dunia Kesehatan Terbaru, Tips Posisi Seks, Cara Diet Sehat

http://health.liputan6.com/ Berita Kesehatan Liputan6.com menyajikan kabar terbaru dunia kesehatan, tips hidup sehat, cara diet alami hingga posisi gaya seks terpopuler ID Thu, 08 May 2014 13:25:25 +0700 http://health.liputan6.com/read/2047231/intip-proses-pengolahan-darah-di-pmi-jakarta-2 <p>Di Palang Merah Indonesia, ada dua jenis darah yang diolah. Pertama, darah untuk pasien yang kekurangan darah seperti kecelakaan. Kedua, darah untuk penderita penyakit darah seperti thalasemia dan hemofilia yang memungkinkan seseorang untuk sering cuci darah.</p> <p>Berbeda dengan pengolahan darah secara umum, darah untuk pasien cuci darah harus melewati uji saring lagi untuk menjaga kemungkinan alergi pada pasien.</p> <p>Seperti diungkapkan Kepala Seksi Pengolahan Darah Bidang Pengolahan dan Penyimpanan Darah Unit Donor Darah PMI Provinsi DKI Jakarta, Ana Udaningrum pada Liputan6.com bahwa pemrosesan darah tidaklah mudah. Ada banyak tahap dan pengulanga! n karena pasien harus diberikan darah yang benar-benar sesuai.</p> <p>"Pada kasus penderita penyakit darah seperti thalasemia,&nbsp;darah harus diproses ulang dan diteliti. Hal ini dilakukan untuk mencegah alergi bagi mereka. Maka itu, darah untuk pasien yang sering cuci darah akan diproses lagi. Proses ini disebut juga <em>washing eritrosit</em>," kata Ana.</p> <p>Ana menerangkan, pada proses<em> washing eritrosit</em>, darah akan dicuci menggunakan NHCL melalui alat khusus. Sedangkan untuk pengolahannya, Ana memjelaskan urutannya sebagai berikut:</p> <p>1. Kantung darah dipotong</p> <p>2. Sel darah merah (eritrosit) diberi NACL kemudian di homogenisasi (disatukan) dan diulang tiga kali&nbsp;</p> <p>3. Sel darah yang disatukan dimasukkan kembali ke kantung darah</p> <p>&nbsp;</p> Fri, 09 May 2014 09:00:33 +0700 2047231 Hari Palang Merah Sedunia Fitri Syarifah D! i Palang Merah Indonesia, ada dua jenis darah yang diolah Fri,! 09 May 2014 09:05:06 +0700 Intip Proses Pengolahan Darah di PMI Jakarta (2) Di Palang Merah Indonesia, ada dua jenis darah yang diolah Intip Proses Pengolahan Darah di PMI Jakarta (2) Di Palang Merah Indonesia, ada dua jenis darah yang diolah http://health.liputan6.com/read/2047391/idi-minta-pemerintah-aktifkan-kembali-alat-deteksi-suhu-tubuh <p>Sewaktu heboh dengan penyebaran virus SARS beberapa tahun lalu, Indonesia memiliki alat pendeteksi suhu yang diletakkan di sejumlah bandara. Dengan mewabahnya virus MERS-CoV saat ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengimbau pemerintah untuk mengaktifkan kembali alat itu.<br /><br />"Kalau bisa, alat itu diaktifkan kembali. Sehingga dengan mudah kita mengetahui, siapa saja yang masuk ke kota kita dengan suhu tubuh tinggi dan mencurigakan," kata Ketua IDI, Dr. Zaenal Abidin di Kantor Pusat IDI, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2014)<br /><br />Apabila itu kembali dilakukan, pemerintah tidak perlu repot meminta ! masyarakat untuk melaporkan dirinya bahwa dia sakit. Dengan melakukan pendeteksian itu, jelas Zaenal, tentu pemerintah bisa memberikan penanganan lebih pada penduduk, baik yang akan bepergian maupun yang baru pulang dari negara yang dicurigai tempat penularan itu terjadi.<br /><br />IDI pun berpesan, agar pemerintah secara terus menerus memantau perkembangan virus MERS-CoV dari hari ke hari. Pada prinsipnya adalah bagaimana pemerintah memberikan perlindungan kesehatan pada masyarakat di Indonesia.<br /><br />"Baik itu yang ada di Tanah Air, maupun yang sedang berada di luar negeri. Apakah dia jamah haji atau umroh, atau memang bekerja di Arab Saudi," kata dia menerangkan.<br /><br />Satu yang pasti, terkait dengan penangan virus berjenis RNA dan masuk ke dalam golongan IV ini, tenaga kesehatan baik yang ada di Indonesia maupun di Arab Saudi, harus mengetahui dengan jelas gejala dari pasien yang tertular virus yang disebut berasal dari unt! a.<br /><br />"Selain itu, tenaga medis juga harus tahu bag! aimana penanganan pada penduduk di Indonesia, yang terjangkit penyakit ini," kata dia menjelaskan.</p> Fri, 09 May 2014 08:00:48 +0700 2047391 Virus Korona Mengancam Aditya Eka Prawira Dengan mewabahnya virus MERS-CoV saat ini, IDI mengimbau pemerintah untuk mengaktifkan kembali alat pemindai suhu tubuh Fri, 09 May 2014 09:05:06 +0700 Kapolri Bambang Hendarso Danuri diperiksa suhu tubuh oleh petugas dari Depkes sebelum masuk area Istana Kepresidenan, Jakarta. Pemeriksaan diberlakukan kepada semua pejabat tanpa terkecuali.(Antara) Kapolri Bambang Hendarso Danuri diperiksa suhu tubuh oleh petugas dari Depkes sebelum masuk area Istana Kepresidenan, Jakarta. Pemeriksaan diberlakukan kepada semua pejabat tanpa terkecuali.(Antara) http://health.liputan6.com/read/2047249/bedanya-donor-darah-dulu-dan-sekarang <p><span style="font-size: 12px;">Berkembangnya penelitian dan teknologi ternyata juga cukup memengaruhi perubahan gaya hidup untuk masing-masing orang mendo! norkan darahnya saat ini. Bila dibandingkan dulu, selain pendonor masih sedikit, alat pemeriksaan juga terbatas dan manual.</span></p> <p>Seperti itulah yang disampaikan Kepala Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI), DKI Jakarta Dr. Shalimar Salim saat ditemui di Kantor PMI Pusat, Jakarta. Menurutnya, perkembangan PMI setiap tahun cukup baik karena pendonor darah terus berkembang dan penelitian darah juga semakin canggih. Sehingga alat-alat otomatis juga dimanfaatkan oleh PMI.</p> <p>"Dulu untuk mengambil contoh hemoglobin, memerlukan alat kedokteran yang lama. Sekarang kita punya alat otomatis sehingga kemungkinan kesalahan sedikit sekali. Selain itu, semakin lama penelitian juga semakin berkembang. Seperti misalnya dulu kita tahu bahwa orang dnegan golongan darah O bisa menyumbangkan darahnya kepada semua orang. Sekarang tidak boleh lagi karena adanya penelitian rhesus pada golongan darah," kata Shalimar, ditulis Kamis (8/5/2014).</! p> <p>Shalimar pun juga memuji banyak orang yang mau membantu ! sesama dengan mendonorkan darahnya. Karena dulu, PMI harus gencar promosi agar masyarakat mau mendonorkan darahnya. Tapi sekarang, masyarakat seperti memiliki kesadaran sendiri.</p> <p>"Perubahan kebiasaan donor darah juga tiap tahunnya meningkat. Target kita itu 300 ribu kantong pertahun. Tapi tahun lalu terkumpul 330 ribu kantong darah untuk DKI. Di DKI sendiri kebutuhan kantung darah per harinya 1000 kantung darah. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo lah yang paling banyak memerlukan darah hingga 500 sehari. Wajar kan karena RSCM merupakan RS rujukann nasional," jelasnya.</p> <p><strong>Sejarah PMI</strong></p> <p>Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak sebelum Perang Dunia Ke-II. Saat itu, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai), yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang! .</p> <p>Perjuangan untuk mendirikan Palang Merah Indonesia kembali dilakukan pada tahun 1932. Kegiatan tersebut dipelopori oleh Dr. RCL Senduk dan Dr Bahder Djohan. Rencana tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Mereka berusaha keras membawa rancangan tersebut ke dalam sidang Konferensi Nerkai pada tahun 1940 walaupun akhirnya ditolak mentah-mentah.</p> <p>Seperti tak kenal menyerah, saat pendudukan Jepang, para pelopor kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk kedua kalinya rancangan itu harus kembali disimpan.</p> <p>Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Presiden, maka Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kes! ehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 memb! entuk Panitia 5 yang terdiri dari dr R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), dan dr Djuhana, dr Marzuki dan dr. Sitanala (anggota).</p> <p>Akhirnya Perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada 17 September 1945 dan merintis kegiatannya melalui bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan secara Internasional pada tahun 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional dan disahkan keberadaannya secara nasional melalui Keppres No.25 tahun 1959 dan kemudian diperkuat dengan Keppres No.246 tahun 1963.</p> <p>Kini jaringan kerja PMI tersebar di 30 Daerah Propinsi / Tk.I dan 323 cabang di daerah Tk.II serta dukungan operasional 165 unit Transfusi Darah di seluruh Indonesia.</p> Fri, 09 May 2014 07:00:51 +0700 2047249 Hari Palang Merah Sedunia Fitri Syarifah Berkembanganya penelitian dan teknologi tern! yata juga cukup memengaruhi perubahan gaya hidup untuk masing-masing orang mendonorkan darahnya Fri, 09 May 2014 09:05:08 +0700 Bedanya Donor Darah dulu dan Sekarang Berkembanganya penelitian dan teknologi ternyata juga cukup memengaruhi perubahan gaya hidup untuk masing-masing orang mendonorkan darahnya Bedanya Donor Darah dulu dan Sekarang Berkembanganya penelitian dan teknologi ternyata juga cukup memengaruhi perubahan gaya hidup untuk masing-masing orang mendonorkan darahnya http://health.liputan6.com/read/2047449/berkaca-dari-kasus-premanisme-anak <p>Tewasnya Renggo Khadafi (11 tahun) kian menambah daftar kelam cerita nyata premanisme yang terjadi pada anak-anak.Namun kekerasan yang menimpa Renggo tidak biasa terjadi lantaran kematian anak asuh Yessi Puspa Dewi (31) itu diduga bukan disebabkan oleh seorang dewasa melainkan kakak kelas yang usianya hampir sepantaran berinisial SY (13).</p> <p>Renggo sendiri sebelum mengembuskan nafas terakhirnya masih ! tercatat sebagai siswa kelas lima SD Makasar 09 Pagi, Jakarta Timur. Na! mun malang baginya, maut merenggut berawal dari penganiayaan oleh kakak kelasnya karena masalah sepele. Insiden bermula dari Renggo yang menyenggol sang senior sampai es krim yang sedang dipegang SY terjatuh.</p> <p>Sontak, dari senggolan itu cerita muram premanisme muncul dari si kakak kelas kepada juniornya karena merasa masih ada amarah tersisa meski telah menerima ganti rugi dari Renggo. SY lantas membututi Renggo dan melakukan penganiayaan di salah satu tempat di sekolah.</p> <p>SY seperti sedang mempraktikkan tindakan laksana preman lantaran murid sekolah dasar belasan tahun itu entah sengaja atau tidak telah menghilangkan nyawa seorang anak kecil lainnya. Bahkan penganiayaannya itu seperti terencana bak pembunuh yang sedang balas dendam. SY gelap mata karena tersenggol Renggo.</p> <p><strong>Anak adalah peniru</strong><br />Meski begitu, pemerhati masalah anak sekaligus psikolog Seto Mulyadi atau Kak Seto berpenda! pat penganiayaan semacam itu harus dipandang obyektif.</p> <p>Menurut Seto, SY masih belasan tahun atau di bawah umur. Ada kemungkinan anak kelas enam SD itu menjadi korban lingkungan keluarga atau tempat bermain sehingga menganiaya adik kelasnya.</p> <p>Kak Seto mengatakan orang tua SY harus bertanggungjawab atas perbuatan anaknya.</p> <p>"Anak-anak itu adalah korban. Anak-anak adalah peniru yang baik seperti meniru dari tontonan film, lingkungan keluarga dan atau lingkungan bermainnya. Mungkin dia mendapati tekanan berat. Bisa juga karena tekanan padatnya jadwal pelajaran, guru galak atau bully," kata Kak Seto.</p> <p>Menurut pencipta karakter Si Komo itu, sejumlah faktor tersebut dapat memicu frustasi anak dan tindakan di luar perkiraan nalar.</p> <p>Sementara itu, Ketua Asosiasi Dosen Indonesia Saleh Partaonan Daulay mengatakan meninggalnya Renggo menambah catatan buruk dunia pendidikan Indonesia.</p> <! ;p>"Dulu kita gelisah karena ada tawuran antarmahasiswa dan antarsis! wa SMA/SMK. Hari ini pelaku tindak kekerasan justru dilakukan anak-anak di bawah umur," kata Saleh.</p> <p>"Selain memprihatinkan, kasus ini juga sangat mencemaskan dan mengkhawatirkan para orang tua. Bisa jadi mereka tidak tenang melepas anaknya untuk berangkat sekolah," katanya.</p> <p>Menurut Saleh, fenomena kekerasan seperti itu menjadi potret buram pengelolaan pendidikan Indonesia.</p> <p><strong>Salah sekolah</strong></p> <p>SD 09 Makasar belakangan menjadi sorotan publik karena menjadi lokasi penganiayaan Renggo. Meski di sekolah tersebut bukan lokasi meninggalnya Renggo tetapi di area itulah si anak 11 tahun tersebut diduga mendapati sejumlah bogem mentah dari kakak kelasnya. Bahkan tanpa SY sangka penganiayaan yang diperbuatnya sampai merenggut hidup si adik kelas.</p> <p>Salah satu contoh bagaimana sekolah justru disalahkan adalah seperti pernyataan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.</p> ! <p>Jokowi mengatakan kepala sekolah SD 09 Makassar Sri Hartini akan dicopot menyusul meninggalnya Renggo. "Kepala sekolah sebagai pimpinan di sekolah itu harus bertanggung jawab. Pencopotan ini adalah bentuk pembinaan," katanya.</p> <p>Menurutnya, pendidikan karakter seharusnya dimulai dari keluarga dan sekolah. Pendidikan karakter harus bisa membuat peserta didik tidak arogan dan tidak mudah marah.</p> <p>Mengenai waktu pencopotan kepsek SD Jokowi mengatakan akan menyerahkan perihal itu kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta.</p> <p>Mantan Wali Kota Solo itu juga mengatakan kejadian tersebut disebabkan adanya kelalaian serta kurangnya pengawasan dari pihak sekolah lantaran insiden itu terjadi di sekolah.</p> <p>"Peristiwa itu terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Sehingga yang paling bertanggung jawab atas kejadian tersebut adalah pihak sekolah," kata Jokowi.</p> <p>"Manajemen kontrol itu ada pada siapa? Harus! bertanggung jawab. Begitu juga dengan manajemen personalianya, harus i! kut tanggung jawab. Pihak sekolah 'kan merupakan pihak yang paling dekat," kata Jokowi.</p> <p><strong>Belum tentu sekolah</strong></p> <p>Pernyataan berbeda dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh yang mengatakan tewasnya Renggo belum tentu murni kesalahan sekolah terkait.</p> <p>"Kekerasan anak terhadap Renggo itu belum tentu terkait dengan sekolah bersangkutan. Bisa juga terkait dengan si pelaku berasal dari kampung mana, anak Kampung Makasar?," kata M Nuh.</p> <p>Dia mengatakan, terlepas dari justifikasi itu terdapat sebuah tantangan besar terlebih di dalam dunia pendidikan.</p> <p>"Inilah tantangan berat bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas. Kami terus berupaya agar dunia pendidikan meningkat kualitasnya dan memberi sumbangsih terhadap baiknya budi pekerti anak," kata dia.</p> <p>Kualitas itu, masih kata mendikbud, terdiri dari baik tidaknya tiga aspek kompetensi! bagi murid didik di bangku sekolah.</p> <p>"Dari urusan kualitas itu kami ukur dengan tiga ranah kompetensi yaitu ranah kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dan urusan yang paling berat itu adalah sikap."</p> <p>"Oleh karena itu, mengapa mulai tiga tahun yang lalu kami berdebat panjang tentang pendidikan karakter dan akhirnya dirumuskan dalam kurikulum 2013," katanya.</p> <p>Menurutnya, Kemdikbud sebagai pemangku kepentingan untuk kebijakan pendidikan berupaya memperkuat pendidikan untuk sikap dan karakter yang baik bagi murid.</p> <p>"Agama dan budi pekerti yang tadinya hanya dua jam kami tambah menjadi empat jam karena disadari betul perkara budi pekerti dan sikap itu terkait perilakunya termasuk interaksi sosialnya," katanya.</p> Fri, 09 May 2014 06:04:15 +0700 2047449 Gabriel Abdi Tewasnya Renggo Khadafi (11 tahun) kian menambah daftar kelam cerita nyata premanisme yang terjadi pada anak-anak Fri, 09 May ! 2014 09:05:09 +0700 Bocah Dianiaya karena Menyenggol Es Meninggalnya Re! nggo Khadafi menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Terlebih, meninggalnya siswa kelas V SDN 09 Makasar Pagi, Jakarta Timur itu diduga lantaran penganiayaan kakak kelasnya SY. Bocah Dianiaya karena Menyenggol Es Meninggalnya Renggo Khadafi menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Terlebih, meninggalnya siswa kelas V SDN 09 Makasar Pagi, Jakarta Timur itu diduga lantaran penganiayaan kakak kelasnya SY. http://health.liputan6.com/read/2047381/trik-rs-prof-dr-margono-soekarjo-uraikan-antrean-mengular <p>Sejak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berlaku, banyak pasien mengeluhkan kondisi antrean yang semakin panjang di rumah sakit. Pasalnya, antrean ini akhirnya juga membuat tenaga medis kewalahan.</p> <p>Usut punya usut, antrean ini ternyata disebabkan oleh sistem administrasi yang terlalu lama. Maklum, sejak 1 Januari 2014, seluruh sistem rumah sakit harus melakukan input data melalui komputerisasi yang manual.</p> <p>Salah satu Rumah Sakit yang men! galami antrean panjang tersebut adalah RS Prof Dr Margono Soekarjo. Kepala Bagian Perencanaan RS Prof Dr Margono Soekarjo, Yunita Diah Suminar mengatakan, tak jarang ia melihat pasiennya gelisah, mengomel dan melotot di meja registrasi karena petugas yang mengisi data terlalu lama.</p> <p>Yunita sendiri tak menampik bahwa waktu yang diperlukan untuk menginput data pasien BPJS baik Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau Non PBI cukup lama. Untuk satu pasien dibutuhkan waktu sekitar 3-5 menit. Sedangkan setiap harinya, pasien yang datang ke RS yang berada di Purwokerto, Jawa Tengah mencapai 800-900 pasien.</p> <p>Kerugian ini, lanjut Yunita, pada akhirnya bukan hanya berdampak bagi pasien. Tapi di sisi rumah sakit juga dinilai tidak efisien. "Data yang diinput dalam 3 sistem cenderung tidak lengkap dan tidak valid. Selain itu butuh waktu lama dan SDM yang berbeda. Banyaknya data klaim yang melalui proses verifikasi juga lama dan klaim menjadi lama (cashflow! terganggu)."</p> <p>Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dir! ektur RS Prof Dr Margono Soekarjo, Haryadi Ibnu Juna Edi menuturkan langkah efektif dalam menanggulangi antrean panjang di RS. Dengan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, RS Prof Dr Margono Soekarjo membangun bridging system, perubahan sistem pelayanan sistem administrasi berbasis IT mulai dari pendaftaran (registrasi), proses pelayanan (rekam medik elektronik), proses klaim dan pembiyaan.</p> <p>"Yang tadinya pasien menunggu hingga 5 menit di meja registrasi, kini hanya 1 menit. Selain itu dengan bridging system, kekeliruan juga bisa dikurangi. Proses klaim juga lebih cepat," ungkapnya pada wartawan di Media Center, BPJS Kesehatan, Kamis (8/5/2014).</p> <p>Sebagai RS pertama yang melakukan bridging system, RS Prof Dr Margono Soekarjo pada 28 April lalu menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan karena berhasil menggunakan sistem dengan baik dan mengatasi masalah di rumah sakit.</p> <p>Ditemui di tempat yang sama, Direktur Teknologi Informasi! BPJS Kesehatan, Dadang Setiabudi mengatakan bridging system sendiri baru berlaku di lima rumah sakit, seperti RSUD Koja Jakarta Utara, RSUP Persahabatan Jakarta Timur, RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, RSUP Kandou Manado dan RSUP Wahidin Sudiro Husodo Makassar.</p> <p>Dadang menambahkan, sebanyak 12 RS lainnya akan menyusul lima RS yang menggunakan bridging system karena saat ini masih dalam tahap uji coba. Rumah Sakit tersebut yakni,</p> <p>1. RS Cipto Mangunkusumo<br />2. RSUD Tarakan<br />3. RS Jantung Harapan Kita<br />4. RSUD Budhi Asih<br />5. RSPI Sulianti Saroso<br />6. RS Hasan Sadikin Bandung<br />7. RSUP Dr. Kariadi Semarang<br />8. RSUD Tugurejo Semarang<br />9. RSUD Moewardi Surakarta<br />10. RS Ortopedi Suharso Sukoharjo<br />11. RSUD Sutomo Surabaya<br />12. RSU Haji Surabaya</p> Thu, 08 May 2014 21:00:27 +0700 2047381 Fitri Syarifah Direktur RS Prof Dr Margono S! oekarjo, Haryadi Ibnu Juna Edi menuturkan langkah efektif dalam menangg! ulangi antrean panjang di RS. Fri, 09 May 2014 08:05:13 +0700 Trik RS Prof Dr Margono Soekarjo Sukses Uraikan Antrean Mengular Direktur RS Prof Dr Margono Soekarjo, Haryadi Ibnu Juna Edi menuturkan langkah efektif dalam menanggulangi antrean panjang di RS. Trik RS Prof Dr Margono Soekarjo Sukses Uraikan Antrean Mengular Direktur RS Prof Dr Margono Soekarjo, Haryadi Ibnu Juna Edi menuturkan langkah efektif dalam menanggulangi antrean panjang di RS. http://health.liputan6.com/read/2047425/pulang-dari-arab-warga-gunung-kidul-siap-siap-diperiksa <p>Antisipasi tertularnya penyakit Virus Mers-CoV atau virus korona, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta akan melakukan pemantauan terhadap warganya yang baru saja datang dari Timur Tengah.</p> <p>Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan, pengawasan dan pemantauan wabah flu arab ini dilakukan kepada warga yang baru pulang dari negeri unta itu! .</p> <p>"Pemantauan ini terkait mewabahnya virus Mers-CoV atau Flu Arab. Kita akan melakukan pengawasan kepada setiap warga yang baru pulang dari Timur Tengah," Ujar Dewi di Gunungkidul Kamis (08/05/2014).</p> <p>Dewi menjelaskan, untuk mengetahui apakah warganya terjangkit penyakit virus Mers-CoV itu, pihaknya akan memantau warga yang baru datang atau orang dari timur tengah selama 2 minggu. Pihaknya juga telah menyiagakan seluruh puskesmas yang ada di Gunungkidul untuk pemantauan itu.</p> <p>"Kita punya 30 puskesmas yang sudah disiagakan. Pedoman informasi dan penanganan dari pusat juga sudah kami terima dan telah disebarkan ke seluruh puskesmas," Tegasnya.</p> <p>Ia menjelaskan jika pihak puskesmas menemukan seorang pasien yang diduga menderita penyakit MERS CoV ini, maka puskesmas akan langsung memberi rujukan ke RS Sardjito Yogyakarta untuk diisolasi.</p> Thu, 08 May 2014 20:00:46 +0700 2047425 Fathi Mahmud Antisip! asi tertularnya penyakit Virus Mers-CoV atau virus korona, Dinkes Kabup! aten Gunungkidul, Yogyakarta akan melakukan pemantauan Fri, 09 May 2014 00:05:09 +0700 Virus Korona Belum Ada Obatnya Belum ada terapi spesifik terhadap virus korona atau Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV). Virus Korona Belum Ada Obatnya Belum ada terapi spesifik terhadap virus korona atau Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV). http://health.liputan6.com/read/2047395/rshs-rawat-pasien-diduga-mengidap-virus-mers <p><span style="font-size: 12px;">E (51), R (60) dan A (51), tiga orang ini harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, karena diduga terkena suspect virus MERS atau yang lebih dikenal sebagai virus unta.</span></p> <p>Kepala Humas RSHS dr Nurul Wulandhani mengatakan, ketiganya kini menjalani perawatan di ruang isolasi Flamboyan RSHS Bandung. Ketiga pasien ini baru saja pulang dari menunaikan ibadah Umroh di Arab Saudi.</p> <p>"Dua pasien (R dan A) merupakan r! ujukan dari Rumah Sakit Daerah (RSUD) Majalaya, Kabupaten Bandung dan RSUD Ujungberung. Untuk E ini beliau baru masuk ke ruangan kemarin," katanya saat ditemui di RSHS Bandung, Kamis (8/5/2014).</p> <p>Ditambahkannya, berhasilkan penanganan dan observasi R dan A dinyatakan negatif. "Keduanya masih mendapat perawatan intensif," ucapnya.</p> <p>Sedangkan E pihaknya masih menangani dengan dilakukan observasi karena pasien E baru tiba kemarin. Tim dokter juga telah mengambil sampel opus tenggorokan untuk diperiksa di Balitbangkes Jakarta.</p> <p>"E ini beliau baru masuk ke ruangan kemarin sehingga kami belum pastikan hasilnya seperti apa. Hasil uji sampel nantinya bisa diketahui negatif atau positif tidaknya Tuan E terserang virus mers," ucapnya.</p> <p>Namun dari keterangan E, dirinya mengeluhkan kondisi yang menurun dan tidak stabil serta keluhan terkena flu dan batuk.</p> <p>"Tuan E riwayat perjalanan terakhir ke Ta! nah Suci, maka kami tinjau sesuai prosedur menangani susfect kan memang! dikhawatirkan ke arah sana (virus mers)," ungkapnya.</p> <p>Virus mers sendiri, merupakan virus influenza yang diderita oleh unta. Sejauh ini belum diketahui adanya penularan virus mers dari manusia ke manusia. Secara prosedur penanganan virus MERS tidak jauh berbeda dengan penanganan flu burung (H5N1).&nbsp;</p> Thu, 08 May 2014 20:00:00 +0700 2047395 Okan Firdaus E (51), R (60) dan A (51), tiga orang ini harus mendapat perawatan intensif di RS Hasan Sadikin Bandung, diduga suspect virus korona Fri, 09 May 2014 06:05:11 +0700 Kemkes Tegaskan Warga Medan Bukan Penderita MERS Kementerian Kesehatan kembali menegaskan bahwa hingga saat ini kasus virus korona belum ada di Indonesia Kemkes Tegaskan Warga Medan Bukan Penderita MERS Kementerian Kesehatan kembali menegaskan bahwa hingga saat ini kasus virus korona belum ada di Indonesia http://health.liputan6.com/read/2047324/donor-darah-hari-ini-gratis-cheese-burger <p>Dalam rangka hari Palang Merah In! ternasional, perusahaan Klenger Burger membagikan <em>cheese burger</em> gratis bagi semua orang yang mendonorkan darahnya hari ini.</p> <p>Di twitter <em>@klengerburger&nbsp;</em>disebutkan,&nbsp;perusahaan tersebut bahkan mencatumkan ucapan selamat pada Palang Merah Indonesia</p> <p><em>@klengerburger Selamat Hari Palang Merah Internasional @palangmerah @ICRC_id @Pak_JK @PMI_DKI_Jakarta @PMI_JakSel Yuuk Maree..</em></p> <p>Dalam kicauannya, Klengerburger juga memberitahukan cara mendapatkan <em>free cheese burger</em> untuk yang donor darah hari ini. Caranya cukup mudah, hanya dengan menunjukkan kartu bukti bahwa Anda donor hari ini ke restoran Klenger Burger di Tebet Barat Dalam Raya No.20.</p> <p><em>@palangmerah @ICRC_id @Pak_JK @PMI_DKI_Jakarta @PMI_JakSel Free cheese burger u/yg donor darah hr ini dg tjkkn krt mu </em></p> <p>Di tempat terpi! sah, Kepala Dokumentasi, Komunikasi dan Diseminasi Bidang organisasi da! n Komunikasi Palang Merah Indonesia, Abdurrahman pun ikut menyuarakan hal tersebut. "Free Chesse Burger untuk yang donor hari ini, mudah-mudahan infonya bermanfaat ya," katanya singkat pada <strong>Liputan6.com</strong>, Kamis (8/5/2014).</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Thu, 08 May 2014 19:07:39 +0700 2047324 Hari Palang Merah Sedunia Fitri Syarifah Perusahaan Klenger Burger membagikan cheese burger gratis bagi semua orang yang mendonorkan darahnya hari ini. Thu, 08 May 2014 21:05:08 +0700 Donor Darah Hari Ini, Gratis Cheese Burger! Perusahaan Klenger Burger membagikan cheese burger gratis bagi orang yang mendonorkan darahnya hari ini. Donor Darah Hari Ini, Gratis Cheese Burger! Perusahaan Klenger Burger membagikan cheese burger gratis bagi orang yang mendonorkan darahnya hari ini. http://health.liputan6.com/read/2047232/pembagian-kapitasi-tak-lagi-terkendala-perda <p>Sejak Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2014 tentan! g Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 April 2014, kini tenaga kesehatan bisa bernapas lega karena pembagian kapitasi tidak lagi terkendala peraturan daerah.</p> <p>Seperti disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, keluarnya Peraturan Presiden ini juga akan diikuti dengan peraturan Menteri Kesehatan dan Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri.</p> <p>"Kita harap Perpres ini dapat menyelesaikan masalah yang diduga oleh kapitasi. Di dalam Perpres ini juga dijelaskan distribusi jasa kesehatan dan dukungan operasional," ungkap Fahmi saat ditemui dalam acara penandatanganan BPJS Kesehatan dengan 5 asuransi swasta di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Rabu (8/5/2014).</p> <p>Sebelumnya, seperti dikutip Setkab, menurut Perpres ini, BPJS Kesehatan dapat membayarkan langsung dana kapitasi kepada Bendaharawan Dana Kapitas! i pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Milik Pemerintah. Ada! pun Bendahara Dana Kapitasi JKN pada masing-masing FKTP ditetapkan oleh Kepala Daerah atas usul Kepala SKPD Dinas Kesehatan melalui Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). Selanjutnya, Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP sebagaimana dimaksud membuka Rekening Dana Kapitasi JKN.</p> <p>&ldquo;Pembayaran dana kapitasi dari BPJS Kesehatan dilakukan melalui Rekening Dana Kapitasi JKN pada FKTP, dan diakui sebagai pendapatan,&rdquo; bunyi Pasal 7 Ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2014 itu.</p> <p>Mengenai pemanfaatan, pasal 12 Perpres ini menegaskan, dana kapitasi JKN di FKTP dimanfaatkan seluruhnya untuk jasa pelayanan kesehatan dan dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan.</p> <p>&ldquo;Jasa pelayanan kesehatan di FKTP ditetapkan sekurang-kurangnya 60 persen dari total penerimaan dana kapitasi JKN, dan sisanya dimanfaatkan untuk dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan. Ketentuan lebih lanjut mengenai peng! gunaan jasa pelayanan kesehatan dan dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan itu, akan diatur dengan Peraturan Menteri.</p> Thu, 08 May 2014 18:00:47 +0700 2047232 Fitri Syarifah Tenaga kesehatan bisa bernapas lega karena pembagian kapitasi tidak lagi terkendala peraturan daerah. Thu, 08 May 2014 19:06:05 +0700 Apa itu Program Rujuk Balik di BPJS Kesehatan? Program rujuk balik adalah program BPJS Kesehatan dalam menjamin kebutuhan obat bagi peserta yang memiliki penyakit kronis. Apa itu Program Rujuk Balik di BPJS Kesehatan? Program rujuk balik adalah program BPJS Kesehatan dalam menjamin kebutuhan obat bagi peserta yang memiliki penyakit kronis. http://health.liputan6.com/read/2047234/virus-korona-jangan-jadi-halangan-untuk-beribadah-haji <p>MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus) yang saat ini tengah menghantui para calon jamaah haji atau umrah, diharapkan tidak menjadi penghalang bagi setiap muslim di Indonesia untuk beribadah ke tanah ! suci Mekah. Asal memperhatikan segala larangan yang diberikan, kemungki! nan untuk tertular virus jenis RNA itu sangat kecil.</p> <p>Demikian pesan yang disampaikan Spesialis Ilmu dan Penyakit Dalam Konsultan Paru-paru Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI), Dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD, KP, NIC dalam temu media di Kantor Pusat Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2014)</p> <p>"Yang terpenting para calon jamaah haji atau umroh memperhatikan apa-apa saja yang dilarang. Kalau memang lagi hamil, coba untuk ditunda saja. Itu jauh lebih baik," kata dia menjelaskan.</p> <p>Jika memang tetap ingin melakukan perjalanan ibadah ke sana, tambah Ceva, ada baiknya untuk tidak melakukan kunjungan ke peternakan atau perkebunan kurma. Lebih baik fokus untuk beribadah, dan perbanyak istirahat.</p> <p>"Ke perternakan atau ke perkebunan justru memperbesar risiko. Mending fokus ke ibadah, atau ziarah ke makam Nabi," kata dia menerangkan.</p> <p>Ini harus diperhatikan, agar j! angan sampai ada stigma bahwa virus MERS-CoV ini menghambat perjalanan umrah atau haji.</p> <p>"Pola hidup bersih dan sehat pun tetap harus diperhatikan selama di sana," kata dia menekankan.</p> Thu, 08 May 2014 17:00:19 +0700 2047234 Aditya Eka Prawira Virus MERS-CoV diharapkan tidak menjadi penghalang bagi setiap muslim untuk menjalanjkan ibadah haji atau umrah Thu, 08 May 2014 20:27:07 +0700 Pemerintah Arab Mulai Batasi Lansia & Anak Ibadah Umrah Kantor urusan haji dan Umrah di Arab mulai membatasi calon jemaah umrah dan haji anak dan lanjut usia. Pemerintah Arab Mulai Batasi Lansia & Anak Ibadah Umrah Kantor urusan haji dan Umrah di Arab mulai membatasi calon jemaah umrah dan haji anak dan lanjut usia.