"CT Scan yang konvensional sumber radiasinya satu tabung sedangkan DSCT Scan ini sumber radiasinya dua jadi pemindaian bisa berlainan sudut, waktunya cepat dalam hitungan detik sehingga paparan radiasinya bisa berkurang," tutur Dr Med. Luqman Adji Saptogino, SpRad(K), Sp.KN, spesialis radiologi RS Pondok Indah.
Bahkan, dikatakan Dr Adji, paparan radiasi bisa berkurang sampai 50 persen. Selain itu, DSCT juga bisa mendiagnostik jaringan lunak selain memindai tulang atau abdomen. Pemindaian jaringan lunak salah satunya berguna ketika ingin mendeteksi dini risiko penyakit jantung koroner.
Pemaparan tersebut diberikan Dr Adji saat menjadi! pembicara dalam konferensi pers New Advanced Technology DSCT Flash RS Pondok Indah, Jl Metro Duta Pondok Indah, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (9/5/2014).
Saat ingin melakukan CT Scan, biasanya akan dipantau detak jantung pasien. Jika detak jantung terlalu tinggi, maka diperlukan beta-blocker untuk menurunkan detak jantung agar hasilnya lebih detil. Dengan memanfaatkan DSCT Scan, menurut pengalaman Dr Adji, pasien dengan detak jantung 70-108 per menit.
"Hasilnya lebih detail, bisa jadi sekitar 1,5 jam. Kalau kita mau menghilangkan struktur tulang atau noise pada pembuluh darah misalnya, lebih mudah. Untuk periksa toraks paling-paling cuma butuh waktu 0,06 detik jadi kita nggak usah nahan napas," tambah dr Adji.
Lantas, berapakah biaya jika ingin melakukan skrining dengan DSCT Scan? "Biayanya sekitar Rp 5 juta tapi dengan benefit nggak perlu beta-blocker, radiasi dan kontrasnya lebih minim, lebih cepat juga. Lagian kan CT Scan nggak harus enam bulan sekal! i, dua tahun sekalilah setidaknya," kata CEO RSPi Group dr Yan! war Hadiyanto.
(dok: Dian/detikHealth)
Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini
Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/3a38424a/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A50C0A90C0A90A50A0A0C25778570C7630Cct0Escan0Ehanya0Ebeberapa0Edetik0Edan0Eminim0Eradiasi0Edengan0Ealat0Eini/story01.htm