Jumat, 02 Mei 2014

Berita Dunia Kesehatan Terbaru, Tips Posisi Seks, Cara Diet Sehat

http://health.liputan6.com/ Berita Kesehatan Liputan6.com menyajikan kabar terbaru dunia kesehatan, tips hidup sehat, cara diet alami hingga posisi gaya seks terpopuler ID Wed, 30 Apr 2014 18:55:40 +0700 http://health.liputan6.com/read/2044477/perceraian-sering-terjadi-bila-istri-jatuh-sakit <p>Penyakit serius bisa meningkatkan risiko perceraian. Apalagi jika sang istri yang jatuh sakit, kemungkinan perceraian lebih tinggi.<br /><br />Sebanyak 2.700 pasangan menikah yang sudah menjalani bahtera rumah tangga sekitar hampir 20 tahun ikut dalam penelitian. Hasilnya terlihat sepertiga dari pernikahan berakhir dengan perceraian. Menurut laporan <em>MedicalDaily</em>, Jumat (2/5/2014), hampir setengah kasus disebabkan istri yang jatuh sakit, bukan suami.<br /><br />"Kami menemukan bahwa perempuan lebih rentan gagal pernikahannya saat sakit," kata Dr Amelia Karraker, salah satu penulis penelitian.<br /><br />Penelitian ini me! mang tak menyelidiki lebih dalam alasan perceraian karena sakit bisa terjadi. Tapi Dr Karraker menunjukkan, hal itu bisa saja berhubungan dengan kecenderungan wanita secara naluriah menjadi perawat yang lebih baik.<br /><br />"Norma gender dan harapan sosial tentang perawatan bisa membuat pria lebih sulit memberikan perawatan kepada pasangannya yang sakit," kata Dr Karraker.<br /><br />Hal senada disampaikan Ahli Hubungan di New York Rachel Sussman. Menurutnya, secara biologis perawatan diprogram ke dalam diri wanita. Tingginya testosteron pada diri pria menunjukkan mereka memang tak diprogram untuk pekerjaan seperti ini.</p> <p>"Ini jauh lebih sulit pada pria. Bagi mereka ini tak alami dan jelas bukan misi biologis mereka," katanya.<br /><br /><br />(Mel/Igw)</p> Fri, 02 May 2014 10:07:07 +0700 2044477 Melly Febrida Penyakit serius bisa meningkatkan risiko perceraian. Apalagi jika sang istri yang jatuh sakit, kemu! ngkinan perceraian lebih tinggi. Fri, 02 May 2014 09:29:41 +07! 00 Perceraian Sering Terjadi Bila Istri Jatuh Sakit Penyakit serius bisa meningkatkan risiko perceraian. Apalagi jika sang istri yang jatuh sakit, kemungkinan perceraian lebih tinggi. Perceraian Sering Terjadi Bila Istri Jatuh Sakit Penyakit serius bisa meningkatkan risiko perceraian. Apalagi jika sang istri yang jatuh sakit, kemungkinan perceraian lebih tinggi. http://health.liputan6.com/read/2044468/ilmuwan-buatkan-sel-sperma-dari-kulit-untuk-pria-infertil <p>Gangguan kesuburan (infertilitas) memengaruhi 10 sampai 15 persen pasangan. Kebanyakan masalahnya disebabkan cacat genetik. Untuk itu, para ilmuwan berusaha menciptakan sel sperma dari kulit pria. Teknik ini diharapkan bisa memberikan harapan pada pria yang tak mampu menghasilkan sperma.<br /><br />Infertilitas pada pria karena cacat genetik biasanya karena hilangnya gen kunci pada kromosom Y pria. Ini membuat pria tak bisa memproduksi sperma untuk bisa menghamili pasangannya.<br /><br />! ;Para ilmuwan percaya di masa depan, teknik sel sperma dari kulit bisa memberikan harapan baru bagi pria yang tak bisa menghasilkan sperma. "Hasil penelitian kami yang pertawa menawarkan model eksperimental untuk mempelajari perkembangan sperma," kata Peneliti utama Dr Reijo Pera dari Institute for Stem Cell Biology and Regenerative Medicine di Stanford University seperti dilansir<em> Mailonline</em>, Jumat (2/5/2014).<br /><br />Dalam penelitian ini melibatkan tiga pria infertil&nbsp; karena kehilangan kromosom Y di DNA-nya yang berhubungan dengan produksi atau tidaknya sperma.<br /><br />Sel jaringan ikat Fibroblast dari sampel kulit yang diambil dari pria yang direkayasa genetik mengubahnya menjadi sel (iPS) stem pluripotent. Ini adalah sel dewasa mampu tumbuh menjadi hampir smeua jenis jaringan tubuh.<br /><br />Sel iPS ini berjuang membentuk sperma di piring laboratorium. Tapi, setelah ditransplantasikan ke testis tik! us, sel tersebut berubah menjadi prekusor sel sperma, meski jumlahnya l! ebih sedikit dibandingkan hasil dari sel iPS `sehat`.<br /><br />Menurut Dr Reijo, penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan sel induk bisa berfungsi sebagai bahan awal untuk mendiagnosa sel cacat dan berpotensi menghasilkan sel germinal.<br /><br />"Pendekatan ini berpotensi besar untuk pengobatan individu yang memiliki genetik/idiopatik (tidak diketahui) yang menyebabkan kerugian para sperma atau untuk penderita kanker yang tak bisa memproduksi sperma karena perawatan gonadotoxic," ujarnya.<br /><br />Pada 2012, peneliti AS dari University of Pittsburgh menunjukkan ada kemungkinan menghasilkan prekusor sel sperma dari sel iPS manusia, yang meningkatkan prospek memulihkan kesuburan pria. Namun, peneliti tersebut tak menggunakan sel kulit dewasa dari pria yang secara genetik tidak subur.</p> Fri, 02 May 2014 09:03:00 +0700 2044468 Melly Febrida Para ilmuwan berusaha menciptakan sel sperma dari kulit pria untuk memberikan hara! pan pada pria yang tak bisa menghasilkan sperma. Fri, 02 May 2014 10:05:06 +0700 Ilmuwan Buatkan Sel Sperma dari Kulit untuk Pria Infertil Para ilmuwan berusaha menciptakan sel sperma dari kulit pria untuk memberikan harapan pada pria yang tak bisa menghasilkan sperma. Ilmuwan Buatkan Sel Sperma dari Kulit untuk Pria Infertil Para ilmuwan berusaha menciptakan sel sperma dari kulit pria untuk memberikan harapan pada pria yang tak bisa menghasilkan sperma. http://health.liputan6.com/read/2044398/biaya-mahal-anak-anak-sekolah-ini-pilih-jadi-buruh <p>Anak putus sekolah dan memilih bekerja di Kabupaten Cirebon, Jabar, karena mahalnya biaya pedidikan meski dana bantuan operasional sekolah cukup tinggi.<br /><br />Anwar, salah seorang pengusaha rotan di Cirebon, kepada wartawan, seperti dikutip dari Antara Jumat (2/5/2014) mengatakan, sebanyak 1300 buruh harian di pabriknya rata-rata hanya lulusan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, mereka memilih bekerja! karena tidak ada biaya akibat mahalnya biaya sekolah.<br /><b! r />Anak-anak usia mulai dari 15 tahun hingga 17 tahun, kata dia, terpaksa menjadi buruh anyam karena berpendidikan rendah, alasan mereka tidak mampu melanjutkan sekolah karena mahalnya biaya.<br /><br />Setelah lulus Sekolah Menengah Pertama, mereka belajar ngayam dan kerja buruh lainnya untuk membantu biaya keluarga, semestinya melanjutkannya ke Sekolah Menengah Umum.<br /><br />Wartanto pengusaha makanan ringan mengaku, ratusan buruh harian di pabriknya hanya enam orang lulus Sekolah Menengah Umum, sisanya mereka hanya keluar SD dan SMP.<br /><br />Mereka tidak bisa melanjutkan sekolah, kata dia, terpaksa memilih bekerja sebagai buruh harian lepas tanpa ikatan kerja, karena bekerja di perusahaan resmi hanya berijazah.<br /><br />Sementara itu Sukron salah seorang buruh harian lepas mengaku, sudah tiga tahun menjadi buruh harian lepas di pabrik rotan, penghasilan tidak menentu karena bukan karyawan tetap.<br /><b! r />Ia mengaku hanya lulus SD, karena biaya sekolah di Kabupaten Cirebon mahal, sehingga keluarga berpenghasilan rendah sulit melanjutkan.<br /><br />Ad, pegawai Dinas Pendidikan Kota Cirebon menuturkan, biaya pendidikan untuk Cirebon, sekitar Rp700 miliar per tahun untuk tingkat SMU terpaksa harus membayar iuran sekolah karena mengandalkan dana BOS tidak cukup.</p> Fri, 02 May 2014 08:00:36 +0700 2044398 Abd Anak putus sekolah dan memilih bekerja di Kabupaten Cirebon, Jabar, karena mahalnya biaya pedidikan Fri, 02 May 2014 10:05:08 +0700 Buruh anak-anak (Foto: Dailymail.co.uk) Buruh anak-anak (Foto: Dailymail.co.uk) http://health.liputan6.com/read/2044359/saat-tepat-beri-pendidikan-seks-pada-anak-autisme <p>Penting bagi orangtua untuk memberikan pendidikan seksual sebelum si buah hati menginjak usia pubertas. Pada anak normal laki-laki diberikan ketika menginjak usia 10 atau 12 tahun, dan pada anak perempuan saat berusia 8 tahun. Sedangkan pada a! nak penyandang autisme, diberikan jauh lebih cepat, ketika ia berusia 3! tahun.<br /><br />Demikian penjelasan yang disampaikan Konsultan Neuropediatri dari Asosiasi Disleksia Indonesia, Dr. Purboyo Solek, SpA(K) dalam `Seminar Pemberdayaan Anak Penyandang Autis Dalam Memasuki Dunia Kerja`di Hotel Atlet Century Park Senayan, Jakarta, Kamis (1/5/2014).<br /><br />Menyampaikan materi pendidikan seksual pada anak berkebutuhan khusus memang butuh waktu yang tidak sebentar. Bahkan, dibutuhkan tehnik khusus agar pesan yang ingin diberikan orangtua sampai di pikiran anak-anak itu. Menurut Purboyo, akan lebih mudah sampai bila topik itu disampaikan saat orangtua memberikan materi `basic skill`.<br /><br />"<em>Basic skill</em> ini semacam memberitahukan jalan itu seperti apa, menunggu, datang, berjalan, potong rambut, sampai berhadapan dengan dokter gigi. Semua ini ada di tahap basic skill," kata dia menjelaskan pada <em><strong>Health Liputan6.com</strong></em>.<br /><br ! />Alasan topik ini dimasukan ke dalam `basic skills` karena untuk paham nama sendiri saja, anak-anak itu membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan. "Apalagi mau memberikan pemahaman untuk pubertas dan lain-lain, pasti butuh waktu lama," kata dia menambahkan.<br /><br />Ia menambahkan, untuk anak-anak itu benar-benar memahami apa itu pubertas dan hal lainnya, ada 4 hal yang harus dipahami terlebih dulu. <br /><br /><strong>1. Learning discriminative</strong><br /><br />Pada tahap ini, kata Purboyo, anak-anak itu harus tahu dulu yang mana perempuan dan laki-laki. Barulah setelah tahu, masuk ke tahap selanjutnya.<br /><br /><strong>2. Personal hygiene</strong><br /><br />Setelah anak-anak tahu yang mana perempuan dan laki-laki, di tahap ini mereka harus tahu kalau pada perempuan ada payudara dan pada laki-laki ada jakun.<br /><br />"Pun dia harus tahu, kalau anak perempuan! adanya vagina, dan anak laki-laki adanya penis," kata Purboyo menambah! kan.<br /><br /><strong>3. Bagian tubuh dan fungsinya</strong><br /><br />Bila anak sudah dapat membedakan perempuan dan laki-laki, serta masing-masing memiliki bagian tubuh yang tidak dimiliki satu sama lain, tahap selanjutnya adalah mereka harus memahami fungsi dari organ-organ itu.<br /><br />"Ternyata kalau payudara ada fungsinya, dan fungsinya buat ini. Vagina juga ada fungsi. Dan penis pun, memiliki fungsi tersendiri," kata Purboyo menjelaskan.<br /><br /><strong>4. Proses heteroseksual</strong><br /><br />Program komprehensif tentang pendidikan seksual secara heterokseksual, kata Purboyo, adalah kalau kelak perempuan dan laki-laki ini akan menikah dan memiliki keturunan. Dan katakan pada anak-anak itu juga, kalau tahap untuk sampai ke titik ini sangatlah panjang.<br /><br />"Ingat, ini dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Orangtua juga harus sabar memberikan tahap demi ta! hapnya," kata Purboyo menekankan.<br /><br />Pendidikan seksual untuk anak penyandang autisme merupakan pendidikan yang diberikan berdasarkan proses yang sistematik. Diberikan secara terstruktur, individualistik, strategis. Selain itu, memberikannya pun tidak boleh asal. Harus jelas dan bahasa yang digunakan harus dapat dimengerti.<br /><br />Purboyo menjelaskan, pendidikan seksual pada tiap anak penyandang autisme berbeda-beda. Disesuaikan kemampuan mentalnya, dengan memperhatikan <em><strong>impulsitivitas</strong> </em>dan <em><strong>agresivitas</strong></em>.</p> Fri, 02 May 2014 07:00:17 +0700 2044359 Aditya Eka Prawira Penting bagi orangtua untuk memberikan pendidikan seksual sebelum si buah hati menginjak usia pubertas. Fri, 02 May 2014 10:05:09 +0700 Autisme Alid dan Denny Adalah Dua Anak Penyandang Autisme yang Sudah Dapat Dilepas ke Dunia Kerja (Foto: Aditya Eka P) Autisme Alid dan Denn! y Adalah Dua Anak Penyandang Autisme yang Sudah Dapat Dilepas ke Dunia ! Kerja (Foto: Aditya Eka P) http://health.liputan6.com/read/2044306/anak-autis-pun-mampu-bekerja-kantoran <p>Mendapatkan pekerjaan yang layak adalah hak setiap manusia. Tak terkecuali, anak penyandang autisme. Hanya saja, ketakutan dari para orangtua yang membuat kesempatan berharga itu menjadi tertutup. Jelas, hal ini sangat disayangkan.<br /><br />Agar nantinya anak berkebutuhan khusus ini dapat menjalani hari-harinya sebagai karyawan dan mendapatkan gaji di akhir bulan, hal terpenting yang harus dilakukan para orangtua adalah menemukan gejala dari autisme yang disandang si buah hati. Bila salah dalam mendiagnosa, maka terapi yang diberikan akan sulit dilakukan.<br /><br />"Namun, memang kendalanya adalah usia di bawah 2 tahun, autisme sulit ditemukan karena banyak gejala yang mirip, tapi sebenarnya bukan autisme. Dengan intervensi yang dilakukan, maka perkembangannya akan jauh lebih baik," Konsultan Neuropediatri dari Asosiasi Disleksia Indon! esia, Dr. Purboyo Solek, SpA(K) <em><strong>`Seminar Pemberdayaan Anak Penyandang Autis Dalam Memasuki Dunia Kerja`</strong></em>di Hotel Atlet Century Park Senayan, Jakarta, ditulis Kamis (1/5/2014)<br /><br />Untuk itu, lanjut Purboyo, diperlukan SDM berpengalaman yang memiliki kompetensi agar dapat melakukan diagnosa dengan tepat dan akurat. Keliru sedikit saja dalam mendiagnosa, baik terapi yang dilakukan dan hasil dari terapi itu akan sangat berbeda.<br /><br />Dalam seminar itu, Purboyo mengatakan, sebuah penelitian yang dilakukan Autism Speaks dan APA dijelaskan bahwa semakin muda usia anak saat dilakukan diagnosa autismenya, maka akan semakin baik prognosisnya. Usia standarnya adalah 16 sampai 18 bulan.<br /><br />"Prognosis ini adalah kemampuan verbal, improvement cognitive, interaksi dan perilaku madaptif," kata dia menerangkan.<br /><br />Ia melanjutkan, berdasarkan penelitian itu, sangat yak! in hal ini dapat memberikan harapan yang bagus untuk mengubah buah hati! nya menjadi lebih baik.<br /><br />Sebagai orangtua, kata Purboyo, jangan lepas tangan begitu saja menyerahkan buah hatinya pada si terapis. Tapi, orangtua juga penting untuk terlibat dalam diagnosa dan intervensi dini.<br /><br />"Bila melakukan intervensi di usia 16 sampai 18 bulan, dapat mengubah kemampuan kognitif sampai 16,7 digit. Nilai tersebut akan tercapai dengan intensitas terapi yang sangat kontinue, minimal 20 jam per minggu, sekaligus untuk mengukur IQ," kata dia menjelaskan.<br /><br /><strong>Dilihat berdasarkan terminologi psikologis</strong><br /><br />Sebelum melepaskan anak-anak penyandang autisme ini ke dunia kerja, perlu dilakukan intervensi 6x30 bulan dan dilihat tingkat IQ akhirnya. <br /><br />Purboyo mengatakan, ada empat derajat retardasi yang dibagi menjadi kemampuan belajar dan terminologi psikologis, untuk melihat hasil dari IQ anak-anak ini. Bila hasil kemampuan belajar ter! golong slow learner dan terminologi psikologis tergolong Borderline, maka mereka dapat bekerja.<br /><br />Menurut Purboyo, level Borderline memiliki potensi akademis setara sekolah regular kelas 6, sehingga anak-anak ini mampu mandiri, yang akhirnya membuat mereka mampu untuk bekerja.<br /><br />Berikut paparan rentang IQ, Derajat Retardasi (kemampuan belajar dan terminologi psikologis), Prevalens, dan Protoype dari anak-anak penyandang autisme menurut<em><strong> National Information Center for Children and Youth with Disabilities</strong></em>, 1998<br /><br /></p> <ol> <li>Rentang IQ (84-70), Kemampuan belajar: Slow learner, Terminologi Psikologis: Borderline, Protoype: Slow learner</li> <li>Rentang IQ (69-55), Kemampuan belajar: Mampu didik, Terminologi Psikologis: Ringan, Prevalensi: 2,5 persen, Protoype: Kesulitan dalam aspek sosial dan ekonomi</li> <li>Rentang IQ (5! 4-40), Kemampuan belajar: Mampu dilatih, Terminologi Psikologis: Sedang! , Prevalensi: 03, persen, Protoype: Kelainan organik</li> <li>Rentang IQ (39-25), Kemampuan belajar: Sub-trainable, Terminologi Psikologis: Berat, Prototype: Gangguan sistem saraf pusat, gangguan organik lain, dan Syndrome</li> </ol> <p><br />Potensi akademis dan bekerja berdasarkan derajat retardasinya:<br /><br /></p> <ul> <li><strong>Borderline: </strong>Memiliki potensi akademis setara sekolah regular kelas 6, yang dalam kehidupan sehari-hari mampu mandiri, memiliki status pekerjaan adalah dapat bekerja.</li> <li><strong>Ringan:</strong> Memiliki potensi akademis membaca dan menulis setara kelas 4 dan kelas 5, atau kurang. Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak ini tergolong relatif mandiri, dan memiliki status pekerjaan membutuhkan pelatihan khusus.</li> <li><strong>Sedang: </strong>Memiliki potensi akademis setara kelas 1 dan 2, di mana kemampu! an untuk membaca terbatas. Di kehidupan sehari-hari, mampu berpakaian, membersihkan diri, menyiapkan makanan. Dan status pekerjaannya adalah membutuhkan pekerjaan yang terawasi.</li> <li><strong>Berat: </strong>Memiliki potensi akademis sulit sekali untuk membaca dan menulis, dalam kehidupan sehari-hari dapat dilatih membersihkan diri dengan bantuan, dan status pekerjaan membutuhkan pekerjaan yang diawasi.</li> <li><strong>Sangat berat:</strong> Tidak memiliki potensi akademis sama sekali, sedikit yang dapat dilatih dalam kehidupan seharihari, dan sangat sangat terbatas untuk dilepas ke dunia kerja.</li> </ul> Fri, 02 May 2014 06:00:35 +0700 2044306 Aditya Eka Prawira Mendapatkan pekerjaan yang layak adalah hak setiap manusia. Tak terkecuali, anak penyandang autisme. Fri, 02 May 2014 09:05:10 +0700 Jumlah Anak Autis Semakin Tinggi Kementerian Kesehatan menyebutkan jumlah anak autis cukup tinggi di Indonesia. Jumlah! Anak Autis Semakin Tinggi Kementerian Kesehatan menyebutkan jumlah ana! k autis cukup tinggi di Indonesia. http://health.liputan6.com/read/2044175/kak-seto-harus-ada-gerakan-nasional-lawan-kekerasan-pada-anak <p>Pemerhati anak Seto Mulyadi yang akrab dipanggil Kak Seto mengatakan bahwa kasus kekerasan terhadap anak-anak pada saat ini sudah semakin mengkhawatirkan.</p> <p>"Ini bukan lagi kekerasan melainkan sudah kekejaman," kata Kak Seto kepada Antara di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/5/2014).</p> <p>Seto menegaskan, pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat harus melakukan sesuatu guna meminimalkan kasus kekerasan terhadap anak.</p> <p>Dia memberi contoh kasus dugaan kekerasan seksual terhadap murid Jakarta International School. "Kita jangan membiarkan kasus seperti itu kembali terulang," katanya.</p> <p>Kak Seto mengatakan dirinya tidak ingin kasus serupa terjadi di tempat lain. "Jangan sampai terjadi kasus serupa, karena sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi ana! k-anak," katanya.</p> <p>Menurut dia, kasus tersebut merupakan bentuk kekejaman terhadap anak. "Perlu gerakan bersama untuk melawan segala bentuk kekerasan terhadap anak," katanya.</p> <p>Menurut dia, gerakan bersama tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun juga seluruh masyarakat harus ikut berpartisipasi.</p> <p>"Kita buat semacam gerakan nasional di mana seluruh pihak ikut berpartisipasi," katanya. Dia juga meminta presiden ikut serta dalam gerakan nasional stop kekerasan terhadap anak tersebut.</p> <p>"Presiden harus ikut serta, karena kasus kekerasan terhadap anak jika dibiarkan akan menghancurkan bangsa ini," katanya.</p> Thu, 01 May 2014 19:00:47 +0700 2044175 Abd Pemerhati anak Seto Mulyadi yang akrab dipanggil Kak Seto mengatakan bahwa kasus kekerasan terhadap anak-anak pada saat ini sudah semakin me Thu, 01 May 2014 23:05:08 +0700 5-jakarta-layak-anak-131217b.jpg Pemerhati anak, Seto Mulyadi juga tampak men! ghadiri dalam acara yang digelar di bawah kolong jembatan Tol Soedyatmo! , Jakarta Utara (Liputan6.com/Herman Zakharia) 5-jakarta-layak-anak-131217b.jpg Pemerhati anak, Seto Mulyadi juga tampak menghadiri dalam acara yang digelar di bawah kolong jembatan Tol Soedyatmo, Jakarta Utara (Liputan6.com/Herman Zakharia) http://health.liputan6.com/read/2044168/4-hari-doctorshare-pelayanan-medis-di-luwu-timur <p>Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Luwu Timur dan atas partisipasi donatur tetap, kegiatan pelayanan medis doctorSHARE yang berlangsung di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan tema "Mewujudkan Harapan Menuju Masa Depan Cerah" terdiri dari bedah mayor, bedah minor, operasi katarak, pengobatan umum dan penyuluhan kesehatan. Dalam pelayanan medis ini, doctorSHARE menerjunkan 2 dokter spesialis (bedah dan mata), 11 dokter umum, 1 perawat, dan 5 relawan non medis.<br /> <br />Tim doctorSHARE tiba di Malili tanggal 22 April 2014. Beberapa anggota tim yang datang terlebih dahulu melakukan persiapan kegiatan di Pelabuhan Mali! li dan RSUD Ilagaligo serta visit pasien pre operasi di Puskesmas Malili.<br /> <br />23 April 2014, pelayanan medis dibuka dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Andi Hatta Marakarma, MP yang bertempat di Pelabuhan Malili. Beliau beserta para staf juga berkeliling melihat fasilitas di RSA dr. Lie Dharmawan.<br /> <br />Pengobatan umum berlangsung di tiga lokasi: Pelabuhan Malili, Puskesmas Wawondula, dan Puskesmas Malili dengan total 1.036 pasien dengan penyakit terbanyak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dispepsia (nyeri perut), hipertensi (darah tinggi), dan myalgia (nyeri otot). Masing-masing pasien pengobatan umum juga mendapat bingkisan berupa biskuit, balsam, salep kulit dan minuman sachet.<br /> <br />Bedah mayor berlangsung di RSA dr. Lie Dharmawan yang sandar di Pelabuhan Malili. Total ada 8 pasien dengan kasus hernia, haemorhoid, FAM (benjolan di payudara), benjolan di leher, dan dugaan keganasan! pada wajah. Bedah minor dilaksanakan di RSA dr. Lie Dharmawan dan Pusk! esmas Wawondula dengan total 32 pasien dengan kasus terbanyak lipoma dan kista ateroma.<br /> <br />Operasi katarak berlangsung tiga hari di RSUD Ilagaligo dengan total 136 pasien. Tiga spesialis mata yang melaksanakan operasi katarak adalah dr. I Gede Eka Yudiasa, SpM; dr. Andi Senggeng Relle, SpM dan dr. Asrayani, SpM.<br /> <br />Sehari setelah pelaksanaan operasi mayor, dr. Lie Dharmawan berkunjung ke RSUD Ilagaligo untuk mengunjungi pasien usai operasi dan melihat pelaksanaan operasi katarak.<br /> <br />Penyuluhan kesehatan dengan tema &ldquo;Pola Hidup Bersih dan Sehat&rdquo; berlangsung di SDN 223 Balantang, Desa Balantang dan SDN Apundi, Desa Wawondula dengan total 388 siswa. Tidak hanya penyuluhan, tapi juga bermain bersama. Selesai acara, doctorSHARE membagi bingkisan kepada anak-anak yang terdiri dari kue lapis, sikat gigi, dan sandal yang merupakan donasi dari para donatur.<br /> <br />&ldquo;Empat har! i pelayanan medis di Luwu Timur berjalan lancar. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan doctorSHARE. Banyak yang ingin tahu seperti apa RSA dr. Lie Dharmawan yang berlabuh di Pelabuhan Malili. doctorSHARE berharap pelayanan medis ini dapat meringankan penderitaan dan memulihkan kemampuan untuk membangun kembali kehidupan bermasyarakat,&rdquo; papar Wakil Sekretaris Jenderal doctorSHARE dan koordinator doctorSHARE untuk pelayanan medis di Luwu Timur.</p> Thu, 01 May 2014 18:00:07 +0700 2044168 Abd Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Luwu Timur dan atas partisipasi donatur tetap, doctorSHARE kembali beri layanan medis ke Kabupaten Luwu Thu, 01 May 2014 20:05:08 +0700 doctorSHARE Salah satu tim dokter dari RSA dr.Lie Dharmawan (doctorSHARE) sedang memeriksa pasien doctorSHARE Salah satu tim dokter dari RSA dr.Lie Dharmawan (doctorSHARE) sedang memeriksa pasien http://health.liputan6.com/read/2044253/banyak-orang-masih-salah-menilai-autisme <p>Banyak o! rang masih keliru dalam menilai apakah seorang anak itu menyandang auti! sme atau tidak. Tidak sedikit orang yang menilai rata suatu kondisi autisme, padahal sebenarnya bukan. Ada anggapan bahwa semua anak dengan gangguan komunikasi dan gangguan interaksi adalah autisme.</p> <p>Konsultan Neuropediatri dari Asosiasi Disleksia Indonesia, Dr. Purboyo Solek, SpA(K) mengatakan, anak normal yang memiliki IQ di bawah rata-rata atau di kisaran poin 25, memiliki gangguan yang sama seperti anak penyandang autis.<br /><br />"Anak-anak autis ini kan memiliki gangguan dalam perkembangannya, termasuk komunikasi dan interaksi, serta perilaku. Tapi, harus diketahui juga, kalau anak normal juga ada yang memiliki kondisi yang sama," kata&nbsp; Dr. Purboyo dalam <em><strong>`Seminar Pemberdayaan Anak Penyandang Autis Dalam Memasuki Dunia Kerja`</strong></em>di Hotel Atlet Century Park Senayan, Jakarta, Kamis (1/5/2014)<br /><br />Ia melanjutkan, kita tidak bisa langsung mengatakan anak yang jika dipan! ggil tidak menoleh adalah autisme. Karena, anak dengan kondisi pendengaran yang tidak baik atau dengan kata lain tuli berat, dipanggil pun tidak akan menengok.<br /><br />"Termasuk juga semua anak yang berbahasa planet, yang berperilaku aneh seperti gigit jari tangan, lihat jari tangan berlama-lama, atau mencium-cium benda yang dipegangnya adalah autisme. Pemikiran seperti ini yang harus diubah," kata dia melanjutkan.<br /><br />Dalam kesempatan itu Purboyo menuturkan, ada beberapa hal yang juga diyakini para orangtua terkait dengan kondisi yang dialami anaknya, misalnya ;<br /><br />1. Kalau diagnosa autisme, anak pasti akan sangat pintar, jenius. Bahkan, bisa seperti Albert Einstein<br />2. Kalau diagnosa autisme, orangtua akan memberikan terapi diet pada anak-anaknya itu<br />3. Kalau diagnosa autisme, akan sangat pandai berhitung<br /><br />"Jenius seperti Albert Einstein itu harus dibawahi. Karena seorang Albe! rt Einstein bukanlah seorang penyandang autisme, melainkan Gifted. Pun ! dengan diet pada anak autisme, ini banyak juga yang salah persepsi," kata dia menerangkan.<br /><br />Karena autisme ini adalah suatu kelainan genetik, tambah Purboyo, yang perlu dipahami adalah kelainan ini akan disandang oleh si anak sepanjang hidupnya. Yang bisa dilakukan orang terdekatnya adalah memperbaiki dan mengubah, sehingga apa saja bentuk dari kelainan genetik kita tidak dapat mengatakan itu sembuh, hanya semakin membaik.</p> Thu, 01 May 2014 17:00:31 +0700 2044253 Aditya Eka Prawira Tidak sedikit orang yang memukul rata suatu kondisi di mana sebenarnya itu bukan autisme, tapi percaya kalau itu autisme. Fri, 02 May 2014 10:05:31 +0700 Orang Autis & Skizofrenia Tak Bisa Tertular 'Nguap' Orang Autis & Skizofrenia Tak Bisa Tertular 'Nguap' http://health.liputan6.com/read/2044235/3-bahan-pengontrol-gula-darah <p>Diabetes mellitus adalah suatu kondisi di mana glukosa dalam darah atau kadar gula meninggi secara abnormal. Untuk mengatur t! ingkat gula darah, insulin kerap dibutuhkan oleh para diabetesi.<br /><br />Selain insulin dan obat sintentis, ada suplemen dan herbal yang menurut berbagai penelitian dapat membantu menurunkan gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi tekanan darah tinggi, serta kolesterol<br /><br />Berikut beberapa jenis bahan-bahan alami yang dapat digunakan seperti dikutip Health Me Up, Kamis (1/5/2014)</p> <p><br /><strong>Teh hijau</strong><br /><br />Antioksidan yang ada di dalam secangkir teh hijau, dapat menurunkan kadar glukosa, mengatur kadar kolesterol dalam tubuh, dan memerkuat sistem kekebalan tubuh. Teh hijau dikemas dengan kalium, vitamin C, fluor, vitamin B, dan yodium yang dapat membantu memerangi diabetes.<br /><br /><strong>Cuka apel</strong><br /><br />Para ahli menyarankan, kadar glukosa pada diabetesi dapat berkurang sebesar 50 persen jika rutin me! ngonsumsi 2 sdm cuka yang berasal dari sari apel sebelum makan. Cuka me! miliki sifat dapat mempertahankan kadar glukosa tubuh segera setelah makan.<br /><br /><strong>Karela</strong><br /><br />Karela dapat merangsang pankreas, hati, dan limpa yang dapat mengatur tingkat gula darah. Selain itu, karela juga dapat membuat metabolisme para diabetesi lebih baik. Minum segelas jus setiap pagi akan membantu Anda melawan diabetes secara alami.</p> Thu, 01 May 2014 16:05:05 +0700 2044235 Aditya Eka Prawira Diabetes mellitus adalah suatu kondisi di mana glukosa dalam daraha atau kadar gula tinggi. Thu, 01 May 2014 18:05:09 +0700 kenali-tanda-tanda-diabetes--140119b.jpg kenali-tanda-tanda-diabetes--140119b.jpg http://health.liputan6.com/read/2044213/ibu-hamil-hati-hati-ya-bila-mau-olahraga <p>Aktivitas fisik selama masa kehamilan membantu para ibu terhindar dari berat badan berlebih, serta membuat janin dalam kandungan turut merasakan manfaatnya.&nbsp; <br /><br />Namun, Direktur Kedokteran ! Janin Ibu di Rumah Sakit Mount Sinai, New York City, Amerika Serikat, Dr Joanne Stone menyadari, butuh energi ekstra dan &nbsp;kuat bagi ibu agar dapat menyeimbangkan tubuh selama beraktivitas, dan itu tidak mudah untuk siapa saja. Ia mengatakan, bila tidak ada keseimbangan maka berisiko jatuh dan menyebabkan terjadinya komplikasi. <br /><br />"Tapi secara keseluruhan, olahraga bermanfaat selama masa kehamilan. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa wanita yang berolahraga, akan mengurangi gejala kehamilan yang mengganggu, seperti sakit punggung dan lain-lain," kata Joanne dikutip <em><strong>FoxNews</strong></em>, Kamis (1/5/2014)<br /><br />Agar detak jantung selama berolahraga dalam keadaan baik, ia menyarankan agar para ibu tetap dalam kondisi terhidrasi dengan baik, dan makan yang cukup baik sebelum dan sesudah berolahraga.</p> Thu, 01 May 2014 15:00:00 +0700 2044213 Aditya Eka Prawira Melakukan aktivitas fisik! selama masa kehamilan membantu para ibu terhindar dari berat badan ber! lebih Thu, 01 May 2014 22:05:13 +0700 Olahraga Selama Hamil, Hati-hati Jatuh Melakukan aktivitas fisik selama masa kehamilan membantu para ibu terhindar dari berat badan berlebih Olahraga Selama Hamil, Hati-hati Jatuh Melakukan aktivitas fisik selama masa kehamilan membantu para ibu terhindar dari berat badan berlebih