Rabu, 16 April 2014

Rambut Tubuh Lebat Pengaruhi Performa di Ranjang? Ini Kata Dokter

Jakarta, Saat membicarakan urusan ranjang, tak sedikit orang yang mengaitkan lebatnya rambut di bagian tubuh tertentu pada pria ataupun wanita dengan performa seksualnya di ranjang. Benarkah rambut tubuh di tangan, kaki, maupun dada mempengaruhi performa seks?

Menanggapi hal ini, dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre, Denpasar Bali, mengutarakan bisa saja ada kaitan antara kelebatan bulu dengan nafsu atau hasrat seksual seseorang. Tapi, lebatnya bulu tidak ada hubungannya dengan performa seks.

"Kalau performa seks banyak pengaruhnya seperti faktor psikis dan emosional. Kalau bulu lebih lebat, berarti hormonnya lebih tinggi sehingga hasrat seksualnya juga lebih kuat," terang dr Gusti saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (16/4/2014).

"Kalau rambut kemaluan tidak berpengaruh terhadap hubungan seks ya. Mau tidak ada bulunya, mau bulu lebat sama saja baik untuk cowok maupun ce! wek," kata dr Gusti.

Dihubungi terpisah, dr Abraham Arimuko, SpKK dari RSPAD Gatot Subroto mengatakan pria dengan bulu lebat tentunya memiliki testosteron yanh lebih banyak dan hal itu bisa mempengaruhi hubungan seks.

"Namun perlu diingat kalau testosteron bukan satu-satunya penentu kemampuan seksual seseorang, " tegas dr Abraham.

Terkait dengan hubungan rambut kemaluan dan performa seks seseorang, seksolog Dr dr Andri Wanananda, MS menuturkan rambut kemaluan bisa mempengaruhi aspek estetika yang berperan dalam privacy dan kemantapan penampilan fisik individu yang berkaitan dengan kondisi psikisnya.

"Ada individu yang suka alat genitalnya ditumbuhi pubic hair atau rambut kemaluan yang lebat karena dianggapnya lebih seksi," kata dr Andri.

(rdn/vta)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Sourc! e : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/396b3ba2/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A40C160C15310A80C25570A690C7750Crambut0Etubuh0Elebat0Epengaruhi0Eperforma0Edi0Eranjang0Eini0Ekata0Edokter/story01.htm