Kapada BBC, pria yang menolak disebutkan identitasnya itu menuturkan kisahnya.
Awalnya ia mengalami sakit kepala, diare, nyeri pada punggung, dan muntah-muntah. Ia pun segera memeriksakan diri. Dokter pertama yang ia temui di pusat kesehatan desa mengatakan bahwa ia terkena malaria. Baru kemudian dokter di Rumah Sakit di Conarkry memberi tahu bahwa ia terinfeksi virus Ebola.
Mendengarnya, Moussa, sebut saja begitu, merasa sangat tertekan.
"Saya merasa sangat tertekan. Saya telah mendengar tentang Ebola, jadi ketika dokter memberi tahu, saya sangat ketakutan," ujarnya.
Moussa mencoba untuk tetap optimis meskipun terkadang ia merasa ketakutan ketika! melihat beberapa anggota keluarganya meninggal satu per satu, tepat di depan matanya. Ada kalanya juga ketika ia merasa kematian semakin dekat. Tekanan itu terutama ia rasakan ketika melihat dua pamannya meninggal dan tubuh mereka dibawa pergi.
Meski demikian, Moussa beruntung karena terus mendapat dukungan serta suntikan semangat dari para dokter di Medecins Sans Frontiers (MSF). Beberapa saat setelah mendapat penanganan di rumah sakit, kondisi Moussa pun perlahan mulai membaik. Next
Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini
Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/39c01ef6/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A40C250C20A0A1510C25660A960C120A20Csempat0Eterinfeksi0Evirus0Eebola0Epria0Eini0Eberhasil0Ebertahan0Ehidup/story01.htm