http://health.liputan6.com/ Berita Kesehatan Liputan6.com menyajikan kabar terbaru dunia kesehatan, tips hidup sehat, cara diet alami hingga posisi gaya seks terpopuler ID Wed, 16 Apr 2014 15:18:05 +0700 http://health.liputan6.com/read/2037884/komnas-pa-ada-dua-bocah-lagi-korban-pelecehan-seksual <p>Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengatakan selain bocah berinisial A (6), masih ada dua orang lagi yang diduga menjadi korban pelecehan seksual di sekolah internasional Jakarta International School (JIS).<br /><br />"Selain bocah itu, masih ada dua bocah lagi TK yang sama diduga korban pelecehan seksual. Ada dua keluarga yang menghubungi kami melaporkan itu," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, Rabu (16/4/2014).<br /><br />Kedua bocah berusia antara lima sampai enam tahun yang belum diketahui identitasnya itu akan segera mendatangi Komnas PA."Rencana mau datang dan kami akan menunjukan foto pelaku yang sudah ditangkap. Itu la! ngkah pembuktian kami, karena kami merasa memang ada korban lain di sekolah internasional itu," kata Arist.<br /><br />Arist berharap kasus seperti ini tidak lagi terjadi di sekolah manapun dan pihak sekolah serta Kementerian Pendidikan lebih ketat lagi melindungi anak.<br /><br />"Itu yang sekolahnya bertaraf internasional saja masih bisa kebobolan, kami berharap tidak ada lagi kasus seperti ini. Kementerian pendidikan dan sekolah manapun diharapkan jangan lalai melindungi anak," kata Arist.</p> Wed, 16 Apr 2014 15:18:13 +0700 2037884 Kusmiyati Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengatakan selain bocah berinisial A (6), masih ada dua orang lagi yang diduga menjadi korban Wed, 16 Apr 2014 15:25:26 +0700 Komnas PA: Ada Dua Bocah Lagi Korban Pelecehan Seksual (Liputan6.com/Andrian Martinus) Komnas PA: Ada Dua Bocah Lagi Korban Pelecehan Seksual (Liputan6.com/Andrian Martinus) http://health.liputan6.com/read/2037658/lama-menunggu-dokter! -pasien-jadi-bandel-saat-pengobatan <p>Kepatuhan adalah ! faktor penting bagi penanganan penyakit kronis. Kenyataannya masih ada pasien yang bandel dan tidak patuh dalam melakukan pengobatannya.<br /><br />Berikut beberapa alasan yang membuat para pasien tidak patuh dalam melakukan pengobatan, seperti dijelaskan Dokter Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. M. Ikhsan Mokoagow, SpPD, M.Med.Sci :<br /><br /><strong>1. Sistem kesehatan</strong><br /><br /><strong>A. Kualitas hubungan dokter dan pasien</strong><br /><br />Ketika dokter mendapat pasien dalam jumlah yang cukup banyak dalam satu hari, sudah pasti keseluruhan pasien tidak dapat dijelaskan secara <em>detail</em> tentang penggunaan obat yang akan dikonsumsinya.<br /><br />Dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan dokter 100 persen. Karena, ada saat di mana dokter akan menjelaskan lebih men-<em>detail</em> ke pasien, tiba-tiba saja ada pasien lain ya! ng sudah lama menunggu dan tidak sabar untuk segera diperiksa, yang membuat konsultasi tidak dapat berjalan lancar.<br /><br />"Saya pernah bertugas di salah satu rumah sakit. Saya berusaha menjelaskan, tiba-tiba keluarga dari pasien lainnya masuk dan meminta agar jangan lama-lama (meladeni pasien yang ada di dalam). Jelas saya kaget," kata Ikhsan dalam acara <em>'Kepatuhan Pengobatan Faktor Penting Keberhasilan Penanganan Penyakit Kronis'</em> di Jakarta, ditulis Rabu (16/4/2014)<br /><br />Lelah karena terlalu lama menunggu, membuat pasien menjadi tidak sabar dan terjadilah hal-hal seperti ini.<br /><br /><strong>B. Akses ke sarana kesehatan</strong><br /><br />Biasanya, penduduk yang tinggal di daerah pedalaman atau <em>remote area</em> yang sering mengalami ini<br /><br /><strong>2. Kondisi penyakit</strong><br /><br /><strong>A. Penyakit tidak b! ergejala</strong><br /><br />Penyakit tidak bergejala! ini seperti kolesterol dan diabetes yang sering dialami pasien berusia 40 sampai 50 tahun.<br /><br />Ketika pasien berusia 30 tahun mengalami kegemukan, secara tiba-tiba tidak makan apa-apa, sering kencing di malam hari, dan berat badannya turun serta tubuhnya menjadi kurus, jangan senang dulu. Bisa jadi ini tanda diabetes yang tidak kelihatan. <br /><br /><strong>B. Masalah kesehatan jiwa</strong><br /><br />Ini biasa dialami oleh pasien yang memiliki masalah dengan salah satu anggota keluarga. Akibatnya, pasien tidak mau minum obat dan mengalami masalah kesehatan jiwanya.<br /><br /><strong>3. Pasien</strong><br /><br /><strong>A. Gangguan fisik</strong><br /><br />Gangguan fisik turut berpengaruh terhadap ketidakpatuhan pasien dalam melakukan pengobatan. Sederhananya, gangguan mata dan pendengaran pada orang tua.<br /><br /><strong>B. Gangguan k! ognitif</strong><br /><br />Pada gangguan kognitif, pasien lupa apakah dia sudah meminum obatnya atau belum.</p> <p>"Gangguan kognitif misalnya itu seperti, saya sudah minum obat belum ya. Tadi, sudah belum, ya?," kata Ikhsan.<br /><br /><br /><strong>C. Usia</strong><br /><br />Sudah jelas bahwa usia memiliki andil cukup besar dalam ketidakpatuhan pasien terhadap pengobatan yang dijalaninya.<br /><br /><strong>D. Perilaku</strong><br /><br /><strong>4. Terapi</strong><br /><br /><strong>A. Efek samping</strong><br /><br />Ikhsan menjelaskan bahwa efek samping membuat orang menghentikan kebiasaannya meminum obat. <br /><br />Pasien harus tahu. Kalau sehabis minum obat lalu muntah, segeralah berkonsultasi ke dokter dan bertanya langsung mengapa Anda sampai muntah. Jangan ketika muntah, menghentikan k! ebiasaan meminum obat.<br /><br />"Balik ke dokter dan tany! akan, apakah ini efek samping dari obatnya? Tanyakan, pasien harus bagaimana dan nanti dokter akan mencari pilihan lainnya. Dengan terlebih dulu mengonsultasikannya," kata Ikhsan menjelaskan.<br /><br /><strong>B. Rejimen yang kompleks</strong><br /><br /><strong>5. Sosio-ekonomi</strong><br /><br /><strong>A. Dukungan sosial</strong><br /><br />Pasien tidak akan mampu melakukannya seorang diri bila tidak mendapatkan dukungan sosial dari keluarga terdekat.<br /><br />Dengan dukungan nyata yang langsung diberikan padanya, membuat pasien semakin semangat dalam menjalani pengobatannya dan tidak menghentikan kebiasaannya itu. <br /><br />Maka itu, berikanlah dukungan pada keluarga Anda yang mungkin mengalami hal sama seperti ini, agar dia dapat melakukannya dengan penuh semangat.<br /><br /><strong>B. Biaya pengobatan</strong><br /><br /&g! t;Biaya pengobatan yang tidak sedikit, membuat pasien akhirnya menghentikan kepatuhannya dalam pengobatan penyakitnya. <br /><br />Anda sebagai keluarga, ada baiknya untuk mengatakan padanya agar tiak pusing memikirkan biaya pengobatan yang akan dikeluarkan.<br /><br />Berikanlah dukungan pada pasien, dan kuatkan dia dalam melakukan pengobatan ini.</p> Wed, 16 Apr 2014 15:04:06 +0700 2037658 Aditya Eka Prawira Kepatuhan adalah faktor penting bagi penanganan penyakit kronis. Kenyataannya masih ada pasien yang bandel. Wed, 16 Apr 2014 15:05:08 +0700 Alasan Pasien Penyakit Kronis Tak Patuh dengan Pengobatan Kepatuhan adalah faktor penting bagi penanganan penyakit kronis. Kenyataannya masih ada pasien yang bandel. Alasan Pasien Penyakit Kronis Tak Patuh dengan Pengobatan Kepatuhan adalah faktor penting bagi penanganan penyakit kronis. Kenyataannya masih ada pasien yang bandel. http://health.liputan6.com/read/2037655/pasien-penyakit-kronis-harus-pat! uh-dalam-pengobatan <p>Supaya penyakit kronis yang diderita tidak! semakin parah, para pasien diminta untuk patuh dalam menjalani pengobatan. Sayang, tidak sedikit pasien `bandel` dan tidak patuh dalam menjalaninya. <br /><br />Berikut alasan mengapa pasien perlu patuh dalam pengobatan seperti dijelaskan Dokter Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. M. Ikhsan Mokoagow, SpPD, M.Med.Sci dan ditulis Rabu (16/4/2014):<br /><br /><strong>1. Hipertensi</strong><br /><br />Bagi para pasien hipertensi yang memiliki kepatuhan cukup tinggi antara 80 sampai 100 persen terhadap penggunaan obat antihipertensi telah dikaitkan dengan Odds Rato, kendali tekanan darah 1,45 kali dibadingkan pasien yang tingkat kepatuhan rendah atau sedang.<br /><br /><strong>2. Penggunaan statin</strong><br /><br />Bila pasien tidak patuh terhadap pengobatan dengan statin telah dikaitkan dengan peningkatan kematian sebesar 12-25 persen. Ikhsan mengatakan, selain untuk pen! urunan kadar lemak pada penderita penyakit kronis, statin memiliki efek lain seperti dapat memperbaiki fungsi endothel, efek anti-inflamasi, pengurangan progresi, dan stabilitasi plak.<br /><br />"Statin memiliki fungsi untuk antiradang, sehingga ketika ada plak, kecepatan progresinya akan dikurangi," kata Ikhsan menjelaskan dalam acara <em><strong>`Kepatuhan Pengobatan Faktor Penting Keberhasilan Penanganan Penyakit Kronis`</strong></em> di Jakarta.<br /><br />Tapi, lanjut Ikhsan, data di Amerika menunjukkan, sekitar setengah dari jumlah pasien yang menggunakan obat statin akan menghentikan pengobatannya dalam kurun waktu enam bulan setelah pemberian obat. "Jika di Amerika saja secepat itu, mungkin di Indonesia akan lebih cepat lagi," kata Ikhsan menambahkan.<br /><br />Ada beberapa alasan yang membuat pasien tidak patuh untuk melakukannya. Yaitu sebanyak 34 persen karena harga obat statin yang mahal, 31 persen te! rkendala akan dosis dari statin, 21 persen tidak bisa membaca label dar! i obat itu, dan 21 persen lainnya lupa isi ulang. "Selalu ada kendala untuk mencapai kepatuhan dalam pengobatan," kata Ikhsan.<br /><br /><strong>3. Penyakit jantung</strong><br /><br />Penderita jantung biasanya akan diberikan tiga jenis obat. Beta blocker, statin, dan ACE inhibtor. Ternyata, kalau pasien tidak patuh terhadap pengobatan kardioprotektif ini telah dikaitkan dengan peningkatan relatf besar risiko perawatan akibat kardiovaskulas (10 sampai 40 persen) dan peningkatan relatif risiko kematian sebesar 50 sampai 80 persen.<br /><br />Ikhsan menjelaskan, kepatuhan adalah keterlibatan kolaboratif secara sukarela dan aktif dari pasien melalui serangkaian perilaku yang dapat diterima untuk mendapatkan hasil terapetik yang diinginkan.<br /><br />"Kalau kita minum obat bukan cuma untuk menurunkan kolesterolnya saja. Tapi, supaya pasien jangan serangan jantung, jangan gagal jantung, dan jangan gagal ginjal," kata! Ikhsan menjelaskan.<br /><br />Selain itu, pasien juga harus tahu bahwa aspek kepatuhan dalam suatu pengobatan tidak hanya mengenai konsumsi obat semata. Melainkan, ada beberapa aspek lainnya. Seperti:<br /><br /><strong>Pemeriksaan kesehatan rutin & Minum obat teratur</strong><br /><br />Ikhsan mengatakan, buat pasien yang memiliki faktor risiko, misalnya kolesterol yang agak tinggi, kalau sudah bisa lakukanlah pemeriksaan kesehatan rutin. Bila sudah diberikan obat, minumlah secara teratur.<br /><br /><strong>Konsultasi berkala</strong><br /><br />Suatu hal yang wajar bila akhirnya pasien merasa bosan setelah mengonsumsi obat yang itu-itu saja dalam kurun waktu 10 tahun.<br /><br />Kalau memang seperti itu, ada baiknya untuk mengatakan langsung ke dokter. Dengan begitu, dokter akan mendiskusikan obat apa yang cocok untuk dikonsumsi, agar pasien tidak merasa bisa.<br ! /><br />"Artinya, ada komunikasi antara pasien dan dokter untu! k mendapatkan hasil yang lebih baik lagi," kata Ikhsan menjelaskan.<br /><br /><strong>Target pengobatan</strong><br /><br />Ketika sudah rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, minum obat teratur, dan konsultasi berkala, pasien wajib memiliki target yang harus dicapai. Dalam prosesnya, pasien harus melihat hasil yang dicapai. <br /><br />Dengan begitu, pasien akan mengetahui sudah sejauh mana kepatuhan pengobatan yang dilakukannya.</p> Wed, 16 Apr 2014 14:00:00 +0700 2037655 Aditya Eka Prawira Supaya penyakit kronis yang diderita tidak semakin parah, para pasien diminta untuk patuh dalam menjalani pengobatan. Wed, 16 Apr 2014 15:05:11 +0700 Pasien Penyakit Kronis Harus Patuh dalam Pengobatan Pasien Penyakit Kronis Harus Patuh dalam Pengobatan http://health.liputan6.com/read/2037487/pasien-hipertensi-perlu-kontrol-rutin-ke-dokter <p>Bagi pasien hipertensi sangat dianjurkan untuk rutin melakukan kontrol ke dokter. Ha! nya saja, ada sebagian pasien yang justru melakukan kontrol secara mandiri dan tidak pernah ke dokter sama sekali. Lantas, apakah ini berisiko?<br /> <br /> Dokter Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. M. Ikhsan Mokoagow, SpPD, M.Med.Sci mengatakan, selama pasien patuh obat, terkontrol, dan semua tercatat dengan baik, maka itu tidak akan menjadi suatu masalah. Tapi, ada baiknya setiap tiga sampai enam bulan, atau paling lambat selama setahun, harus melakukan pemeriksaan ulang.<br /> <br /> "Siapa yang tahu efek samping obat, kalau tidak melakukan pemeriksaan laboratorium? Misal, orang dengan hipertensi pada suatu saat ada gangguan ginjal. Kalau tidak diperiksa laboratorium, kita tidak akan pernah tahu," kata Ikhsan dalam acara 'Kepatuhan Pengobatan Faktor Penting Keberhasilan Penanganan Penyakit Kronis' di Sere Manis, Jakarta, Selasa (15/5/2014)<br /> <br /> Ikhsan menambahkan, di sinilah peran dokter dan pasien saling! bermitra. Sebab, ada pasien yang mengalami bengkak, tapi menganggap it! u biasa saja. Padahal, apa yang dialaminya adalah efek samping dari obat yang dikonsumsi. Bila dokter tidak memberitahu dan pasien masih melanjutkan, maka akan berisiko di pasien itu sendiri.<br /> <br /> Dalam penggunaan obat, pasien juga harus mengetahui rejima dari obat itu sendiri. Ketercocokan pasien terhadap rejima obat, tergantung masing-masing individu. Tidak semua obat yang cocok di tubuh pasien A, akan cocok juga pada tubuh pasien B, C, dan D.<br /> <br /> "Rejima obat itu tergantung individual. Semua tergantung dari pasien itu sendiri. Tidak semua cocok. Maka itu, ada baiknya untuk mengonsultasikan kondisi ke dokter," kata Ikhsan menerangkan.<br /> <br /> Dalam kesempatan itu, Ikhsan juga menjelaskan terkait kebiasaan pasien hipertensi yang mengalami susah tidur, ketika tekanan darah meninggi. Menurut dia, banyak faktor untuk mengetahui penyebab pasien tidak bisa tidur. Belum tentu, hipertensi yang dideritanya menjadi penyebab ! utama.<br /> <br /> "Barangkali si pasien minum minuman berkafein di malam hari, akibatnya susah tidur. Bisa juga ketika tidur, televisi dalam keadaan menyala yang membuat pasien bangun lagi. Ini semua harus dievaluasi. Kalau tensi terkendali, maka tidak akan terjadi," kata Ikhsan menjelaskan.<br /> <br /> Ikhsan berpesan pada para pasien untuk tidak mengaitkan sesuatu dengan apa yang dialami saat itu. Perlu pemeriksaan lebih lanjut, untuk benar-benar dapat itulah penyebab utamanya.<br /> <br /> "Belum tentu karena hipertensi si pasien tidak bisa tidur. Bisa jadi ketika hipertensi tidak terkontrol dan dia tidak bisa tidur karena sebab lain, tensinya meninggi. Banyak keterikatan untuk masalah seperti ini," kata Ikhsan menekankan.</p> Wed, 16 Apr 2014 13:00:25 +0700 2037487 Aditya Eka Prawira Bagi pasien hipertensi sangat dianjurkan untuk rutin melakukan kontrol ke dokter. Wed, 16 Apr 2014 15:05:15 +0700 Orang dengan Hipertensi, Pilih! -pilih Olahraga dengan Benar Anda yang memiliki riwayat Hipertensi. Mes! ki Anda adalah orang yang menyukai olahraga seperti angkat beban, tetap saja tidak boleh dikerjak Orang dengan Hipertensi, Pilih-pilih Olahraga dengan Benar Anda yang memiliki riwayat Hipertensi. Meski Anda adalah orang yang menyukai olahraga seperti angkat beban, tetap saja tidak boleh dikerjak http://health.liputan6.com/read/2037652/bayi-alergi-ibu-harus-berhenti-menyusui <p>Bila alergi muncul pada bayi saat masih menyusui, sebenarnya ibu tidak perlu khawatir dan langsung berhenti menyusui. Karena alergi anak bukan disebabkan oleh ASI.<br /><br />Seperti disampaikan oleh ahli alergi dan imunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Zakiudin Munasir, Sp. A (K) bahwa alergi bayi muncul bukan karena ASI dan harus dicari tahu penyebabnya. "Maka itu jangan berhenti menyusui dan cari tahu penyebab alerginya."<br /><br />Zakiudin pun membagi tiga jenis alergi pada bayi sebagai berikut:<br /><br /><strong>1. Atopic D! ermatitis</strong><br /><br />Atopic dermatitis juga dikenal dengan eksim, kondisi medis yang ditandai dengan kulit yang kemerahan, kering, radang dan gatal (biasanya pada siku dan lutut).<br /><br /><strong>2. Rhinitis alergi</strong><br /><br />Gejala utama alergi rhinitis dapat terlihat pada hidung dan mata. Pada hidung, biasanya tandanya sama dengan flu seperti mengeluarkan ingus, napas tersumbat, bersin-bersin dan gatal. Selain itu mata kemerahan serta telinga membengkak.<br /><br /><strong>3. Asma</strong><br /><br />Zakiudin mengatakan, asma biasanya dipengaruhi oleh lingkungan kotor seperti polusi dan udara lembap. Pada usia dini, asma biasanya dialami oleh 7 dari 10 anak.<br /><br />Perlu diketahui, menurut Zakiudin biasanya ketiga jenis alergi ini sering akibat alergi susu sapi. "4 dari 10 bayi alergi akan asma dan rhinitis. Jadi jaga kontak makanan. Bila ASI tida! k keluar, jangan langsung diberi susu sapi. Karena pencernaan bayi belu! m sempurna sehingga bayi harus perlahan minum susu yang diproses khusus dan dipisahkan proteinnya atau disebut susu hidrolisis. Karena setidaknya ada 20 protein dalam susu sapi yang bisa merangsang terjadinya alergi."</p> Wed, 16 Apr 2014 12:00:32 +0700 2037652 Fitri Syarifah Bila alergi muncul pada bayi saat masih menyusui, sebenarnya ibu tidak perlu khawatir dan langsung berhenti menyusui. Wed, 16 Apr 2014 14:05:12 +0700 Sedang Menyusui Kok Hamil, Harus Bagaimana? Kaum ibu yang memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kerap tak menyadari dirinya tengah berbadan dua lagi. Akibatnya, sang ibu kewalahan. Sedang Menyusui Kok Hamil, Harus Bagaimana? Kaum ibu yang memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kerap tak menyadari dirinya tengah berbadan dua lagi. Akibatnya, sang ibu kewalahan. http://health.liputan6.com/read/2037161/merasa-dadanya-rata-gemini-cari-sumbangan-operasi-payudara <p>Gemini Smith begitu frustasi karena merasa dadanya rata sehingga membuatnya terli! hat seperti anak laki-laki berusia 12 tahun. Gemini sebenarnya ingin sekali operasi payudara, tapi ia selalu tak berhasil mengumpulkan uang.<br /><br />Wanita berusia 23 tahun itu akhirnya mencari pria dermawan dari sebuah situs yang mau mendanai operasi payudara senilai 4.450 Poundsterling atau Rp 85 juta.<br /><br />Gemini yang bekerja sebagai trainee ini mengaku ukuran payudaranya 34 A sejak remaja. Ia berusaha keras menabung, tapi tak pernah mencapai 4.450 Poundsterling. Suatu saat ia menemukan sebuah situs dari Amerika Serikat (AS) MyFreeImplants.com yang memungkinkan pria asing menyumbang untuk bedah kosmetik.<br /><br />Beberapa perempuan yang mendaftar ke situs tersebut mengaku menerima puluhan permintaan untuk foto bugil atau video porno.<br /><br />Tapi, perempuan lainnya mengatakan, mereka mencapai tujuan tanpa melakukan sesuatu yang eksplisit secara seksual.<br /><br />Dalam waktu kurang dari tiga bulan! Gemini berhasil mengumpulkan uang dan menjalani operasi sehingga payud! aranya saat ini berukuran 34DD.<br /><br />"Ketika saya berusia 16, saya tidak berkembang sama sekali, saya hanya terlihat seperti anak laki-laki 12 tahun," kata wanita Cramlington di Northumberland seperti dilansir<em> Mirror</em>, Rabu (16/4/2014).<br /><br />"Itu berpengaruh terhadap kehidupan sosial saya dan memengaruhi kepercayaan diri saya, saya selalu diganggu di sekolah," ujarnya.<br /><br />Pada website tersebut, wanita membuat profil dengan merinci mengapa ingin membesarkan payudaranya dan mengapa tak mampu membiayainya.<br /><br />Pria yang disebut dermawan kemudian membeli chat credits yang memungkinkan mereka berbicara dengan gadis-gadis melalui pesan pribadi atau tatap muka di webcam.<br /><br />Gemini, yang bergabung dengan situs itu pada Juli 2013 berbicara kepada puluhan pria dan wanita dalam seminggu dan menerima $ 1 untuk setiap pesan yang dikirim kepadanya.<br /><br />"Se! cara pribadi saya tidak melakukan apapun yang tidak saya inginkan untuk uang, saya hanya mengatakan jika Anda akan membantu saya dan berbicara dengan saya, itu karena Anda menyukai saya, bukan karena apa yang bisa saya lakukan," kata Gemini.<br /><br />Di situs itu, Gemini memiliki beberapa teman sejati yang bisa diajak bicara tentang apa saja. Setelah mencapai jumlah uang yang diinginkan langsung ditransfer ke dokter bedah pilihan. Gemini baru melakukan operasi payudara di Manchester pada 14 November.<br /><br />"Saya akhirnya bisa mengenakan pakaian berpotongan rendah dan merasa lebih baik dengan diri saya, meskipun saya masih <br />menemukan diri saya menutupi kebiasaan," kata Gemini.</p> <p>Ahli Bedah Kosmetik Las Vegas Dr Samir Pancholi menjelaskan, implan payudara banyak dipilih perempuan karena berbagai alasan. "Wanita juga mencari operasi revisi implan payudara untuk berbagai alasan," katanya.</p> <p>Dr Samir men! gimbau, ketika wanita ingin melakukan operasi payudara pilihlah ahli be! dah yang terampil.</p> <div id="stcpDiv" style="position: absolute; top: -1999px; left: -1988px;">ketika wanita ingin melakukan operasi revisi pilihlah ahli bedah yang terampil.<br /><br />"Para wanita harus mencari ahli bedah revisi payudara yang sangat berpengalaman untuk operasi berikutnya," ujarnya menyarankan. - See more at: http://m.liputan6.com/health/read/752218/pilih-dokter-bedah-plastik-ya-kalau-mau-ngecilin-payudara#sthash.tMBOII1D.dpuf</div> <div id="stcpDiv" style="position: absolute; top: -1999px; left: -1988px;">ketika wanita ingin melakukan operasi revisi pilihlah ahli bedah yang terampil.<br /><br />"Para wanita harus mencari ahli bedah revisi payudara yang sangat berpengalaman untuk operasi berikutnya," ujarnya menyarankan. - See more at: http://m.liputan6.com/health/read/752218/pilih-dokter-bedah-plastik-ya-kalau-mau-ngecilin-payudara#sthash.tMBOII1D.dpuf</div> <div id="stcpDiv" style="position: abs! olute; top: -1999px; left: -1988px;"><br />"Wanita juga mencari operasi revisi implan payudara untuk berbagai alasan," - See more at: http://m.liputan6.com/health/read/752218/pilih-dokter-bedah-plastik-ya-kalau-mau-ngecilin-payudara#sthash.tMBOII1D.dpuf</div> <div id="stcpDiv" style="position: absolute; top: -1999px; left: -1988px;"><br />"Wanita juga mencari operasi revisi implan payudara untuk berbagai alasan," - See more at: http://m.liputan6.com/health/read/752218/pilih-dokter-bedah-plastik-ya-kalau-mau-ngecilin-payudara#sthash.tMBOII1D.dpuf</div> <div id="stcpDiv" style="position: absolute; top: -1999px; left: -1988px;"><br />"Wanita juga mencari operasi revisi implan payudara untuk berbagai alasan," - See more at: http://m.liputan6.com/health/read/752218/pilih-dokter-bedah-plastik-ya-kalau-mau-ngecilin-payudara#sthash.tMBOII1D.dpuf</div> Wed, 16 Apr 2014 11:03:06 +0700 2037161 Melly Febrida Gemini Smith begitu frustas! i karena merasa dadanya rata sehingga membuatnya terlihat seperti anak ! laki-laki berusia 12 tahun. Wed, 16 Apr 2014 13:05:12 +0700 Merasa `Dadanya` Rata, Gemini Cari Sumbangan Operasi Payudara (Foto: Metro.co.uk) Merasa `Dadanya` Rata, Gemini Cari Sumbangan Operasi Payudara (Foto: Metro.co.uk) http://foto.liputan6.com/show/1/2037710/0/foto-status-transgender-dilegalkan-waria-india-bersorak <p>Sekumpulan waria India tampak merayakan kebahagiaan setelah Mahkamah Agung India melegalkan status transgender (AFP PHOTO/PUNIT PARANJPE)</p> Wed, 16 Apr 2014 10:23:08 +0700 2037710 Sekumpulan waria India tampak merayakan kebahagiaan setelah Mahkamah Agung India melegalkan status transgender (AFP PHOTO/PUNIT PARANJPE) Wed, 16 Apr 2014 13:05:14 +0700 [FOTO] Status Transgender Dilegalkan, Waria India Bersorak Sekumpulan waria India tampak merayakan kebahagiaan mereka setelah Mahkamah Agung India melegalkan status transgender (AFP PHOTO/PUNIT PARANJPE) [FOTO] Status Transgender Dilegalkan, Waria India Bersorak Sekumpulan waria India tampak meraya! kan kebahagiaan mereka setelah Mahkamah Agung India melegalkan status transgender (AFP PHOTO/PUNIT PARANJPE) http://health.liputan6.com/read/2037232/arifin-putra-orang-diet-karena-tak-mau-olahraga <p>Meski banyak pelaku seni memilih diet untuk mempertahankan berat badan, tidak membuat aktor <em>The Raid 2: Berandal</em>, Arifin Putra ikut melakukan itu.<br /><br />"Aku pribadi enggak diet. Karena aku ngerasa, banyak orang yang melakukan diet hanya mencari alasan untuk tidak olahraga," kata Arifin saat bertandang ke <em><strong>Redaksi Health Liputan6.com</strong></em>, Lantai 14, SCTV Tower, Senayan City, ditulis Rabu (16/4/2014)<br /><br />Mantan pasangan Marshanda di sinetron <em>Kisah Kasih di Sekolah </em>mengatakan, bila badan ingin sehat, salah satu cara hanya dengan rutin melakukan aktivitas fisik. "Kita mengeluarkan keringat, dan kita melatih otot kita. Selain itu, pola makan yang! sehat juga," kata Arifin menambahkan.<br /><br />Selesai m! elakukan syuting film The Raid 2: Berandal selama beberapa bulan, Arifin kembali rutin melakukan aktivitas fisik. Kali ini, aktor Indo itu memilih untuk memanggil <em>Personal Trainer</em> (PT) ke rumahnya.<br /><br />"Kalau sekarang, kebanyakan main sama beban. Untuk melatih otot tertentu," kata Arifin menjelaskan.<br /><br />Selain itu, dengan memanggil PT ke rumah, Arifin mengaku lebih banyak tahu tentang asupan makanan yang harus dikonsumsi setiap harinya. <br /><br />Menurut Arifin, selama ini dirinya merasa sudah mengonsumsi makanan yang sehat. Ternyata, saat ditanyakan langsung oleh PT-nya itu, asupan makanannya terhitung masih kurang.<br /><br />"Enggak pernah nyadar, kiraian makanan sehat yang selama ini dimakan sudah cukup. Setelah dilatih, ternyata aku kurang dalam asupan sayur," kata Arifin menerangkan.<br /><br />Maka itu, untuk mencukupi asupan nutrisi dalam tubuh, Arifin diminta untuk men! ambahkan sayuran dalam menu makanan sehari-hari.<br /><br />Selain itu, Arifin juga diminta untuk memperhatikan pola tidurnya. Bagaimana pun, aktivitas fisik dan pola makan saja tidak cukup, untuk membuat tubuh senantiasa sehat dan bugar.</p> Wed, 16 Apr 2014 10:00:00 +0700 2037232 Aditya Eka Prawira Meski banyak pelaku seni memilih diet untuk mempertahankan berat badan, tidak membuat aktor, Arifin Putra ikut melakukannya Wed, 16 Apr 2014 11:05:08 +0700 Arifin Putra Arifin Putra http://health.liputan6.com/read/2037341/10-kesalahan-orangtua-saat-disiplinkan-anak <p>Kebanyakan orangtua salah dalam mendisiplinkan anak. Kesalahan ini seperti lingkaran setan dalam pengasuhan anak yang bisa berulang. Menjadi orangtua bukan tugas yang mudah. Perlu banyak usaha dalam melakukannya. Jadi, apabila Anda mencari jalan pintas, Anda akan menemukan melakukan beberapa kesalahan penting.<br /><br />Mendisiplinkan anak menjadi salah satu perhatian utama ora! ngtua. Bahkan setiap anak perlu disiplin berdasarkan kebutuhan masing-m! asing. Penasihat Orangtua Michele Borba, Ed.D., yang juga penulis <em>The Big Book of Parenting Solutions</em> mengatakan, mengabaikan tanda-tanda anak menjadi salah satu dari kebanyakan kesalahan disiplin orangtua.<br /><br />Apabila Anda ingin terhindar dari kesalahan disiplin, Anda perlu memahami anak Anda lebih baik. Dan selalu ingat, hanya Anda yang bisa memahami yang terbaik untuk anak Anda.</p> <p>Kesalahan pengasuhan ini umum dilakukan orangtua karena mereka terlalu bingung menempatkan konsentrasinya sebagai orangtua dan memilih jalan pintas untuk mendisiplinkan anak. Berikut kesalahan yang sering dilakukan orangtua saat mendisiplinkan anaknya seperti dilansir <em>Boldsky,</em> Selasa (15/4/2014):<br /><br /><strong>1. Mendisiplinkan ketika marah</strong><br /><br />Jangan pernah mengambil keputusan ketika Anda marah karena ini paling sering terjadi kesalahan. Jadi, Anda tak harus be! rteriak pada anak atau mencoba mendisiplinkan anak saat Anda marah. Cara terbaik adalah menenangkan diri Anda dalam beberapa waktu agar Anda berpikir jernih.<br /><br /><strong>2. Mengancam palsu</strong><br /><br />Ancaman palsu bukan bentuk hukuman yang akan melatih anak. Contohnya saja, Anda mengatakan tak akan mengambil mainannya apabila anak Anda tak mau berhenti menangis. Padahal, Anda berniat melakukannya. Anak Anda akan belajar dengan cepat bahwa ancaman Anda palsu.<br /><br /><strong>3. Tak mengikuti apa yang Anda katakan</strong><br /><br />Apabila Anda membuat aturan, Anda tak bisa melanggar aturan Anda sendiri. Apabila Anda mengatakan bahwa anak-anak Anda tak bisa menonton televisi setelah jam 22.00, pastikan Anda juga melakukannya.<br /><br /><strong>4. Terlalu banyak bicara</strong><br /><br />Jangan menguliahi anak terlalu banyak. Anak-anak benci dengan! ceramah panjang tentang apa yang harus atau tidak dilakukan. Instruksi! sederhana dengan cara yang baik akan jauh lebih efektif.<br /><br /><strong>5. Memberitahu kebohongan</strong><br /><br />Jangan bercerita tentang kebohongan hanya untuk menghemat waktu. Saat anak tumbuh besar ia akan berhenti mempercayai Anda.<br /><br /><strong>6. Mendorong orangtua lain</strong><br /><br />Anda pasti pernah mendengar `Lakukan ini atau saya akan memberitahu ayah ketika ia pulang`. Jangan pernah membawa orangtua lain di depannya seakan-akan sebagai penjahat karena anak akan kehilangan rasa hormat kepada ANda.<br /><br /><strong>7. Perbedaan pola pengasuhan</strong><br /><br />Jangan biarkan perbedaan pola pengasuhan memengaruhi pendisiplinan anak. Apabila Anda mendisiplinkan anak, pasangan Anda tak boleh mengganggu dan Anda harus mengikuti aturan yang sama.<br /><br /><strong>8. Menyuap terlalu banyak</strong><br /><! br />Orangtua kerap memberikan imbalan kecil agar anaknya disiplin. Terkadang cara tersebut efektif tapi apabila Anda memberikan insentif yang mewah untuk segala sesuatu yang dilakukannya, ia tak akan melakukan apa-apa tanpa insentif.<br /><br /><strong>9. Menunda respons</strong><br /><br />Anak Anda memukul saudaranya dalam waktu yang lama dan Anda mengabaikan karena Anda sedang melakukan pekerjaan. Kemudian, Anda tiba-tiba bangun dan berteriak. Jenis respons yang tertunda itu tak konsisten. Anda harus mendisiplinkan anak segera ketika ia melakukan sesuatu yang salah.<br /><br /><strong>10. Mencontoh orangtua Anda</strong><br /><br />Apakah Anda membandingkan anak-anak sekarang dengan Anda sewaktu masih anak-anak? Apabila orangtua Anda memberikan jam malam hingga 20.00, itu tak berarti aturan sama pada anak-anak Anda. Anda perlu berbicara dengan orangtua lain di generasi ini daripada mengikuti cara! orangtua Anda.<br /><br /></p> Wed, 16 Apr 2014 09:0! 0:00 +0700 2037341 Melly Febrida Kebanyakan orangtua salah dalam mendisiplinkan anak. Kesalahan ini seperti lingkaran setan dalam pengasuhan anak yang bisa berulang. Wed, 16 Apr 2014 13:05:16 +0700 10 Kesalahan Orangtua Saat Disiplinkan Anak (Foto: Boldsky.com) 10 Kesalahan Orangtua Saat Disiplinkan Anak (Foto: Boldsky.com) http://health.liputan6.com/read/2037660/bab-bayi-keluar-darah-waspada-alergi-susu-sapi <p>Alergi tak hanya bisa dilihat secara fisik pada bayi. Karena pada kondisi tertentu, kotoran bayi yang ada darahnya bisa jadi tanda alergi susu sapi.<br /><br />Seperti disampaikan Ketua Divisi Alergi-Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr Zakiudin Munasir, SpA (K) bahwa darah pada kotoran bayi jangan diremehkan karena kemungkinan si kecil memiliki alergi susu sapi.<br /><br />"Selain kulit kemerahan, bayi diare dan ada darah kemungkinan alergi susu sapi," ka! ta Zakiudin pada wartawan saat temu media di FKUI-RSCM.<br /><br />Zakiudin menerangkan, selain keturunan, alergi susu sapi pada bayi biasanya disebabkan oleh saluran pencernaan dan enzim yang belum sempurna. Hal ini membuat susu yang mengandung protein diserap utuh oleh bayi.<br /><br />"Bayi memiliki saluran pencernaan dan sistem imum yang belum sempurna. Sehingga bayi yang diberikan susu sapi akan menyerap protein utuh pada susu sapi. Maka itu, menyusui adalah pilihan terbaik," jelasnya.</p> Wed, 16 Apr 2014 08:39:53 +0700 2037660 Fitri Syarifah Pada kondisi tertentu, kotoran bayi yang ada darahnya bisa jadi tanda alergi susu sapi. Wed, 16 Apr 2014 11:05:09 +0700 BAB Bayi Keluar Darah, Waspada Alergi Susu Sapi! BAB Bayi Keluar Darah, Waspada Alergi Susu Sapi! http://health.liputan6.com/read/2037309/ini-yang-terjadi-di-tubuh-saat-orang-menguap <p>Orang biasanya menguap saat merasa lelah. Dalam teorinya, menguap memberikan tambahan energ! i. Tapi, teori ini telah dibantah oleh penelitian yang menunjukkan, ora! ng-orang yang membutuhkan lebih banyak oksigen (termasuk olahraga dan orang dengan kondisi medis merampas oksigen) menguapnya tak sebanyak orang-orang pada umumnya.<br /><br />Menguap masih menjadi misteri. Seorang Psikolog di Georgia Gwinnett College Lawrenceville, Ga, Steven M. Platek , Ph.D., mempelajarai menguap bisa menular.<br /><br />"Otak seukuran jeruk tapi mengonsumsi 40 persen energi metabolisme. Dan otak yang berjalan panas," kata Platek seperti dilansir <em>HuffingtonPost</em>, Rabu (16/4/2014).<br /><br />Para peneliti telah menemukan bahwa menguap mendinginkan otak, mencegahnya terlalu panas, yang bisa mengurangi kewaspadaan. Suhu intim otak meningkat ketika kita lelah dan ketika kita bosan. <br /><br />"Suhu otak ditentukan tiga variabel yakni laju aliran darah di arteri, suhu darah dan produksi panas metabolisme di otak," tulis Andrew C. Gallup, Ph.D.,asisten profesor psikologi di SUNY College di O! neonta.<br /><br />Menurutnya, menguap berfungsi dalam meningkatkan aliran darah arteri dan memungkinkan aliran darah yang lebih dingin ke otak. Untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang terjadi di dalam tubuh cukup sederhana. Ketika menguap, mulut terbuka dan menghirup dalam-dalam, dan berakhir dengan napas pendek. Selama itu, otot di sekitar otak berkontraksi dan meregang serta Anda mengambil udara. Kemudian, darah dingin di dorong ke arah tengkorak saat darah hangat didorong keluar.<br /><br />"Tindakan ini meningkatkan aliran darah otak ke otak dan tengkoran dan pada saat yang sama, hal ini memaksa darah vena hangat menjauh dari tengkorak," kata Gallup.<br /><br />Perilaku sekunder seperti merentangkan lengan atau menggerakkan kepala saat Anda menguap berfungsi sebagai teknik pendinginan di daerah bawah lengan. Terlebih, peregangan seluruh tubuh mempersiapkan otot Anda untuk tindakan yang cepat, berkontribusi untuk mendorong kewaspad! aan yang berasal dari suhu otak yang dingin.</p> <p>Saat me! nguap detak jantung Anda juga bisa naik sebanyak 30 persen dan menguap adalah tanda gairah, termasuk gairah seksual. Banyak bagian tubuh lainnya yang bekerja saat menguap. <br /><br />Pertama, mulut terbuka, dan rahang Anda turun , yang memungkinkan udara masuk sebanyak mungkin. Ketika Anda menarik napas, udara yang diambil mengisi paru-paru Anda. <br /><br />Otot perut Anda fleksibel dan diafragma Anda didorong ke bawah . Udara yang Anda hirup memperluas kapasitas paru-paru dan kemudian beberapa udara ditiupkan kembali.</p> <p><strong>Menguap Menular</strong><br /><br />Pada hasil penelitian di Frontiers, Neuroscience, Gallup dan rekannya Omar T. Eldakar menemukan bahwa suhu otak yang naik didahului oleh menguap pada manusia dan tikus. Mereka juga menemukan bagaimana menguap jadi lebih sering ketika suhu lingkungan tinggi. <br /><br />Banyak penelitian yang berfokus pada menguap menular. Ini sebuah fen! omena di mana kita menguap menanggapi orang lain yang juga melakukannya. Terlebih lagi, kita cenderung menguap ketika teman dekat atau anggota keluarga melakukannya.<br /><br />Sebagian besar penelitian menyebutkan menguap menular. Dari sudut pandang evolusi, ini masuk akal.<br /><br />"Jika salah satu anggota kelompok menguap, itu menunjukkan sesuatu yang seharusnya Anda lakukan," kata Platek.<br /><br />Menariknya, orang dengan autisme atau mengalami gangguan kepribadian schizotypal tak sering menguap.<br /><br />Jadi mengapa Anda menguap? Bisa jadi untuk mendinginkan otak yang bekerja keras atau meningkatkan kewaspadaan atau hanya karena Anda melihat orang lain melakukannya.<br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /></p> Wed, 16 Apr 2014 07:02:25 +0700 2037309 Melly Febrida Menguap masih menjadi misteri. Ada banyak alasan orang menguap, apa saja? Wed, 16 Apr 2014 12:05:17 +0700! Orang Autis & Skizofrenia Tak Bisa Tertular 'Nguap' Orang Autis &a! mp; Skizofrenia Tak Bisa Tertular 'Nguap' http://health.liputan6.com/read/2037229/anak-korban-pelecehan-seksual-bisa-takut-seks <p>Pelecehan seksual yang dialami anak-anak bisa meninggalkan trauma yang mendalam. Anak-anak tersebut bisa mengalami gangguan dalam kehidupan seksualnya di kemudian hari meski itu tak semuanya mengalaminya. Gangguan seksual yang bisa dialami anak-anak tersebut seperti tak tertarik dengan seks, benci dengan lelaki.<br /><br />"Sangat tergantung seberapa jauh trauma yang dialami anak," kata Dokter Andrologi dan Seksologi FK Univ Udayana Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, saat dihubungi <strong>Liputan6.com,</strong> seperti ditulis Rabu (16/4/2014).<br /><br />Menurut Profesor Wimpie, apabila pelecehan seksual tersebut dialami anak-anak yang peka maka penyembuhannya membutuhkan waktu yang lama. Perhatian orangtua benar-benar sangat dibutuhkan untuk menyembuhkannya.<br /><br />"U! ntuk itu, orangtua harus memberikan perhatian lebih untuk kehidupan anak selanjutnya. Trauma itu sebenarnya bisa hilang," ujarnya.<br /><br />Seperti diketahui, siswa berusia 6 tahun di sebuah Taman Kanak-Kanak di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, mendapat kekerasan seksual dari petugas kebersihan di sekolahnya. Tak tanggung-tanggung, pelecehan yang diterima bocah berinisial AK dilakukan lebih dari satu orang dalam beberapa kali kesempatan. Peristiwa bejat tersebut terjadi di dalam toilet sekolah.<br /><br /></p> <p><strong>Baca Juga :</strong></p> <p><a href="%20 http:/health.liputan6.com/read/2037231/komnas-pa-akan-datangi-tk-internasional-terkait-kasus-pencabulan"><strong>Komnas PA akan Datangi TK Internasional Terkait Kasus Pencabulan</strong></a></p> <p><a href="http://health.liputan6.com/read/2037287/trauma-dilecehkan-bocah-tk-internasional-takut-sekolah"><st! rong>Trauma Dilecehkan, Bocah TK Internasional Takut Sekolah</str! ong></a></p> <p><a href="http://health.liputan6.com/read/2037233/murid-tk-internasional-korban-pelecehan-seks-masih-rasakan-sakit"><strong>Murid TK Internasional Korban Pelecehan Seks Masih Rasakan Sakit</strong></a></p> <p><a href="%20http:/news.liputan6.com/read/2037338/para-pencabul-bocah-tk-incar-korban-yang-hendak-ke-toilet"><strong>Para Pencabul Bocah TK Incar Korban yang Hendak ke Toilet</strong> </a></p> Wed, 16 Apr 2014 06:00:00 +0700 2037229 Melly Febrida Pelecehan seksual yang dialami anak-anak bisa meninggalkan trauma yang mendalam. Anak-anak tersebut bisa mengalami gangguan seksual. Wed, 16 Apr 2014 12:30:48 +0700 Anak Korban Pelecehan Seksual Bisa Jadi Takut Seks (Foto: Istimewa) Anak Korban Pelecehan Seksual Bisa Jadi Takut Seks (Foto: Istimewa) http://health.liputan6.com/read/2037280/rawan-sebarkan-hivaids-kafe-remang-remang-tetap-diminati <p>Kafe remang-remang di Bu! mi Bende Seguguk Ogan Komering Ilir (OKI) mungkin menjadi lahan subur penularan penyakit mematikan HIV/AIDS. Namun, kafe yang menyediakan Pekerja Seks Komersil (PSK) di Jalan Lintas Timur (Jalintim) OKI Sumatera Selatan (Sumsel) itu masih diminati warga. Bahkan, jumlah warung remang-remang kian menjamur.<br /><br />Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKI Sumsel, sejak tahun 2010-2013, terdata sebanyak 74 orang warga di Kabupaten OKI yang terjangkit HIV/AIDS. Jumlah tersebut menyebabkan OKI termasuk daerah yang ditemukan pengidap HIV terbanyak setelah Kota Palembang dan beberapa kabupaten/kota lainnya. Salah satunya disebabkan oleh keberadaan kafe-kafe pinggiran yang berada di beberapa titik Jalintim OKI.<br /><br />Pantauan di lapangan, kafe-kafe ini dibuka di pinggiran Jalintim, tepatnya di kawasan Hutan Tutupan, Kecamatan Lempuing Jaya, Kawasan Tikungan Air Jernih dan Desa Mulyaguna, Kecamatan Teluk gelam.<br /><br />Ada pul! uhan titik kafe yang selama ini menyajikan hiburan musik, karaoke, mira! s berkadar alkohol rendah, wanita penghibur yang terang terangan menawari tamu untuk berkencan, bahkan terkadang narkoba pun menjadi suatu yang lumrah untuk dijumpai.<br /><br />Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, dimulai sore hari hingga malam dan tutup saat fajar tiba. Namun geliat kafe esek-esek ini akan lebih jelas terlihat pada malam hari seusai adzan magrib hingga adzan subuh.<br /><br />Para wanita penghibur di sana yang kebanyakan masih di bawah umur terlihat duduk di teras dengan pakaian seksi guna menarik perhatian para pengunjungnya. Ditambah lagi alunan house music dari dalam kafe tersebut yang membuat para penikmat miras dan narkoba akan lebih betah melepas kepenatan di lokasi tersebut.<br /><br />Menurut salah satu wanita penghibur berinisial AM (23), mengaku pengunjung kebanyakan orang-orang dewasa.<br /><br />"Ya biasalah mereka minta ditemani minum-minum sambil berjoget. Tapi tidak sedikit yang minta di! temani "istirahat" di kamar," kata AM kepada Liputan6.com, yang ditulis Selasa (15/4/2014).<br /><br />Hal senada diungkapkan wanita penghibur di kafe lainnya, berinisial DA (27). Setiap harinya kafe mereka tidak pernah sepi dari pengunjung yang datang hanya untuk berkencan. "Rata-rata setiap malam ada 10-15 orang tamu. Tidak semua tamu yang datang pasti ngajak kencan, kadang mereka hanya minum-minum dan karaoke,” ucapnya.<br /><br />Untuk berkencan di dalam kamar yang lokasinya di belakang kafe, para tamunya dikenakan tarif Rp150 ribu-Rp250 ribu untuk Short Time.<br /><br />Suburnya kawasan esek-esek ini diduga dikarenakan para pemilik kafe tersebut memberikan setoran kepada oknum aparat.<br /><br />"Kami tetap berani buka karena kami menyetor uang, jadi mereka tidak berani merazia, kalaupun akan ada razia pasti kami diberitahu terlebih dulu," kata salah satu pemilik kafe yang tidak menyebutkan namanya.<br />&! lt;br />Menurutnya, setiap bulan mereka diminta uang oleh oknum apar! at. Besarannya berkisar antara Rp 100 ribu untuk biaya yang harus dibayar PSK dan Rp 150 ribu plus beberapa bungkus rokok bagi setiap kafe.<br /><br />Sementara itu, Kasat Pol PP OKI Pratama Suryadi SP sebelumnya menyatakan, pihaknya sewaktu-waktu akan menggelar razia jika tempat hiburan tersebut. Terlebih, tempat-tempat hiburan tersebut melanggar peraturan daerah (Perda) tentang ketertiban umum (Tibum)."Kami masih mencari waktu yang tepat untuk menertibkannya,” kata Pratama.<br /><br />Menanggapi maraknya tempat hiburan malam berbau maksiat tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Tauhidil Muchlisin Kecamatan Pedamaran, HM Yuris Palimbani mengaku pihaknya prihatin dengan kehidupan malam di lokalisasi tersebut.<br /><br />"Lokasinya kan tidak jauh dari ponpes kita, jadi kami takut santri kami datang kesana. Kami minta agar pihak berwajib segera turun tangan, apalagi lokasi itu sumber penyebaran HIV/AIDS di OKI," tegasnya.<br />! <br />Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat, menegaskan selama ini pihaknya sudah sering melakukan razia di kafe remang-remang itu.<br /><br />"Kita sering menggelar razia terutama dilakukan oleh Polsek yang wilayahnya terdapat warung esek-esek tersebut, seperti Polsek lempuing dan teluk gelam dalam operasi yang kita gelar, di periksa jika ada yang mebawa narkoba, sajam atau ada pekerja di kafe itu yang masih di bawah umur, untuk menertibkannya harus berkoordinasi dengan pemkab OKI," jelas Kapolres. (Ajeng Resti)</p> Tue, 15 Apr 2014 21:00:07 +0700 2037280 Ajeng Resti Kafe remang-remang di Bumi Bende Seguguk Ogan Komering Ilir (OKI) mungkin menjadi lahan subur penularan penyakit mematikan HIV/AIDS. Wed, 16 Apr 2014 05:29:45 +0700 Jadi Lahan HIV/AIDS, Kafe Remang-remang Jalintim Tetap Diminati (Liputan6.com/Ajeng Resti) Jadi Lahan HIV/AIDS, Kafe Remang-remang Jalintim Tetap Diminati (Liputan6.com/Ajeng Resti) http://health.liputan6.com/read/2037212/berikan-! anak-pendidikan-seks-dengan-cara-sederhana <p>Orangtua tentu berb! eda dalam memberikan pendidikan seksual kepada anak-anak atau remaja. Pendidikan seksual pada anak balita bisa dimulai dengan cara sederhana tentang perbedaan jenis kelamin.<br /><br />"Kalau anak-anak caranya sederhana saja. Contohnya saja jenis kelamin itu beda. Organ kelamin beda. Itu akan menyadarkan anak ada yang berbeda antara lelaki dan perempuan," kata Dokter Andrologi dan Seksologi FK Univ Udayana Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, saat dihubungi<strong> Liputan6.com</strong>, Selasa (15/4/2014).<br /><br />Profesor Wimpie mengatakan, agar anak-anak tak bosan saat orangtua memberitahunya, sebaiknya pendidikan seksual itu diberikan pada saat-saat tertentu. Ketika anak-anak merasa senang atau menyampaikannya dalam bentuk cerita.<br /><br />Sebenarnya, menurut Profesor Wimpie, anak-anak sudah belajar pendidikan seksual sejak kecil sebelum bisa berbicara. Kasih sayang dari orangtua seperti belaian termasuk pendid! ikan seksual yang dipelajari anak-anak.<br /><br />Seperti diketahui, siswa berusia 6 tahun di sebuah Taman Kanak-Kanak di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, mendapat kekerasan seksual dari petugas kebersihan di sekolahnya.<br /><br />Tak tanggung-tanggung, pelecehan yang diterima bocah berinisial AK dilakukan lebih dari satu orang dalam beberapa kali kesempatan. Peristiwa bejat tersebut terjadi di dalam toilet sekolah.</p> <p> </p> <p><strong>Baca Juga :</strong></p> <p><a href="%20 http:/health.liputan6.com/read/2037231/komnas-pa-akan-datangi-tk-internasional-terkait-kasus-pencabulan"><strong>Komnas PA akan Datangi TK Internasional Terkait Kasus Pencabulan</strong></a></p> <p><a href="http://health.liputan6.com/read/2037287/trauma-dilecehkan-bocah-tk-internasional-takut-sekolah"><strong>Trauma Dilecehkan, Bocah TK Internasional Takut Sekola! h</strong></a></p> <p><a href="http://health! .liputan6.com/read/2037233/murid-tk-internasional-korban-pelecehan-seks-masih-rasakan-sakit"><strong>Murid TK Internasional Korban Pelecehan Seks Masih Rasakan Sakit</strong></a></p> <p><a href="%20http:/news.liputan6.com/read/2037338/para-pencabul-bocah-tk-incar-korban-yang-hendak-ke-toilet"><strong>Para Pencabul Bocah TK Incar Korban yang Hendak ke Toilet</strong> </a></p> Tue, 15 Apr 2014 20:00:39 +0700 2037212 Melly Febrida Pendidikan seksual pada anak balita bisa dimulai dengan cara sederhana tentang perbedaan jenis kelamin. Wed, 16 Apr 2014 14:05:34 +0700 Berikan Pendidikan Seks Anak dengan Cara Sederhana Pendidikan seksual pada anak balita bisa dimulai dengan cara sederhana tentang perbedaan jenis kelamin. Berikan Pendidikan Seks Anak dengan Cara Sederhana Pendidikan seksual pada anak balita bisa dimulai dengan cara sederhana tentang perbedaan jenis kelamin. http://health.liputan6.com/read/2037403/komnas-! pa-orangtua-perlu-curiga-kalau-gelagat-anak-aneh <p>Berkaca pada kasus pencabulan yang dialami bocah lelaki berusia 6 tahun di salah satu Taman Kanak-Kanak (TK) kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta para orangtua lebih peka.<br /><br />"Kalau anak sudah memperlihatkan gelagat yang aneh, coba dekati. Kalau dia diam saja, dekati dengan hati. Seperti orangtua korban pencabulan di sekolah internasional itu. Sedikit saja anak gelagatnya aneh segera dekati, mulailah lebih peka. Mulailah curiga namun tidak berlebihan," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, saat dihubung<strong>i Liputan6.com</strong>, Selasa (15/4/2014).<br /><br />Arist meminta tidak hanya orangtua melainkan para pihak sekolah lebih menjaga anak-anaknya, "Proteksi anak-anak lebih ketat lagi. Jangan sampai lengah sedikitpun, tidak hanya orangtua pihak sekolah juga begitu," kata Arist.<br /><br />Usia ! anak-anak seperti korban pelecehan seksual di sekolah internasional itu! rentan kemakan bujukan dan ancaman. "Bujuk rayu masih mempan untuk anak seperti itu, orangtua harus lebih menjaga lagi. Apalagi ancaman, anak-anak ketakutan. Ini membutuhkan perhatian ekstra dari orangtua," kata Arist.<br /><br />Seperti diketahui bocah korban pencabulan itu baru mengaku ketika sang ibu mulai bertanya. Sang ibu mengaku sudah mulai curiga ada yang tidak beres terhadap anaknya sekitar awal Februari 2014. Menurutnya, saat sebelum maupun setelah pulang sekolah, anaknya sering memaksakan diri untuk buang air kecil di rumah meskipun sudah buang air kecil sebelumnya.</p> <p>"Sampai tanggal 21 Maret hari Jumat, anak saya tanya ke saya dia bilang mami punya teman yang badannya kayak Hulk, coba tolong panggilin dong. Karena ada orang nakal di sekolah. Kemudian saya tanya siapa yang nakal? Kata dia ada orang yang bersih-bersih toilet yang nakal dia bilang (pelaku) pukul saya. Terus terjadi pelecehan seksual," tutur Ibu korban, T.<br />&l! t;br />T pun terus bertanya kepada anaknya kapan peristiwa bejat tersebut terjadi. Lantaran tak ingat tanggal dan hari, AK hanya ingat peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan Maret 2014 lalu.<br /><br />"Yang dia inget pas kejadiannya temannya dia ultah tanggal 15 maret, itu hari Sabtu. Lalu saya tanya, sebelum birthday itu seperti apa? Dia jawab Aku pipis di toilet dan tercecer di lantai, terus ada mbak (wanita penjaga toilet) marah aku di hukum, dipukul. Terus ada bapak (pekerja pembersih toilet) dibuka bajunya, terus saya disuruh nungging, lalu terjadi pelecehan seksual," kata T.<br /><br />Mendengar pengakuan yang polos dari anaknya itu, T bingung dan menangis. Dia pun kemudian melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya pada 24 Maret 2014.<br /><br />"Kalau sudah mengetahui ada yang tidak beres dengan anak, segera melaporkan kepada pihak terkait. Anak-anak butuh perlindungan, kalau sudah terbukti ber! salah, harus dikenakai sanksi hukuman yang tegas," kata Arist.</p>! ; Tue, 15 Apr 2014 19:05:45 +0700 2037403 Kusmiyati Menurut Ketua Komnas PA para orangtua perlu curiga ketika anak mulai memperlihatkan gelagat aneh. Wed, 16 Apr 2014 13:45:09 +0700 Pelecehan Seksual Anak (Liputan6.TV) Pelecehan Seksual Anak (Liputan6.TV) http://health.liputan6.com/read/2037436/perbedaan-penyakit-kronis-dan-akut <p>Satu kesalahan sering terjadi di masyarakat ketika berobat ke dokter. Yaitu, sulit membedakan mana penyakit yang tergolong akut dan mana yang kronis.<br /> <br /> "Kalau kita tiba-tiba terkena sesuatu yang berat, mendadak, dan singkat, itu disebut akut. Misal, serangan jantung. Mana ada serangan jantung yang direncanakan," kata Dokter Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. M. Ikhsan Mokoagow, SpPD, M.Med.Sci, dalam acara <em><strong>'Kepatuhan Pengobatan Faktor Penting Keberhasilan Penanganan Penyakit Kronis'</strong></em> di Sere Manis, Jakarta, Selasa (15/5/2014)<br /> <br /&! gt; "Sedangkan kronis, kondisi yang terjadi tidak selalu bergejala, perlahan, dan dalam waktu yang lama," kata Ikhsan menambahkan.<br /> <br /> Ikhsan pun memberikan contoh. Kalau ada pengendara motor jatuh dan mengalami patah tulang, dan semua terjadi tidak terencana, berarti tergolong akut. Karena, tidak ada patah tulang sebabnya kronis.<br /> <br /> "Atau kalau orang sesak secara tiba-tiba karena kehirup debu, binatang, dan perlu disemprot, itu masuk kategori akut," kata Ikhsan menjelaskan.<br /> <br /> Tapi, lanjut Ikhsan, kalau sebelum si pengendara motor yang jatuh sudah mengalami keropos tulang, itu merupakan proses yang kronis. Karena, tidak ada orang yang mengalami osteoporosis dalam satu malam.<br /> <br /> "Orang yang asma dari kecil sampai tua, mungkin itu akan asma terus. Itulah yang disebut kronis," kata Ikhsan menekankan.</p> Tue, 15 Apr 2014 18:01:00 +0700 2037436 Aditya Eka Prawira Satu kesalahan sering ! terjadi di masyarakat ketika berobat ke dokter. Yaitu, sulit membedakan! mana penyakit yang tergolong akut dan kronis. Wed, 16 Apr 2014 10:05:47 +0700 Ilustrasi Dokter (Foto: Istimewa) Ilustrasi Dokter (Foto: Istimewa) http://health.liputan6.com/read/2037421/risiko-alergi-anak-bisa-dicek-pakai-aplikasi-ini <p>Alergi merupakan gangguan kesehatan yang penting. Apalagi pada bayi alergi bisa menyerang semua organ termasuk gangguan otak. Maka itu, deteksi dan pencegahan alergi bayi perlu dilakukan. Salah satu cara mudahnya, bisa dengan menginstal aplikasi tes alergi.<br /><br />Aplikasi yang dinamai<em> Allergy Risk Tracker</em> (ART) ini merupakan alat pendeteksi alergi sederhana yang dapat digunakan untuk mengetahui risiko alergi pada seseorang dan cara menguranginya. Tim <strong>Health-Liputan6.com</strong> pun sempat mencoba aplikasi tersebut.<br /><br />Pada tampilan depan, aplikasi ini berisi informasi mengenai gejala umum alergi pada anak seperti kulit gatal, ruam kulit, bersin, sesak napa! s, mata gatal dan berair. Selanjutnya, bila Anda ingin mengetahui risiko alergi, Anda akan diminta memilih apakah Anda sedang hamil atau telah memiliki anak.<br /><br />Bila Anda sedang hamil, Anda akan diminta menjawab risiko alergi yang Anda atau pasangan miliki. Begitu juga bila Anda telah memiliki anak. Hasilnya pun tergantung dari jawaban Anda.<br /><br />Di kesempatan yang sama, peneliti Health Economics dari Unit Kesatuan Kerja Alergi Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA (K) mengatakan, risiko alergi berdasarkan gen dan lingkungan.<br /><br />"Genetik memengaruhi alergi. Bila kedua orangtuanya tidak memiliki alergi, anak masih memiliki risiko alergi 10-20 persen. Bila salah satu orangtua alergi, kemungkinan risiko alergi anak 20-40 persen. Dan bila kedua orangtua memiliki alergi, maka akan kemungkinan alergi 50-80 persen," ujar Zakiudin di sela-sela acara peluncuran Allergy Risk Tracker (ART) di Fak! ultas Kedokteran Universitas Indonesia, Selasa (15/4/2014).<br />! <br />Sedangkan berdasar lingkungan, Zakiudin menerangkan, alergi bisa diakibatkan oleh udara yang kotor seperti polusi dan lembab. Maka itu, perlu adanya pencegahan untuk menekan biaya pengobatan alergi.<br /><br />Sebelumnya, aplikasi Allergy Risk Tracker (ART) merupakan kerjasama Indonesia Nestle Institute (NNI) dan Fakultas Kedokteran Indonesia. Jika Anda penasaran dengan aplikasinya? Anda bisa mengunduhnya melalui www.sadaralergi.com.</p> Tue, 15 Apr 2014 17:34:13 +0700 2037421 Fitri Syarifah Deteksi dan pencegahan alergi bayi perlu dilakukan. Salah satu cara mudahnya, bisa dengan menginstal aplikasi tes alergi. Wed, 16 Apr 2014 05:27:59 +0700 Risiko Alergi Anak Bisa Dicek Pakai Aplikasi Ini (Liputan6.com/Fitri Syarifah) Risiko Alergi Anak Bisa Dicek Pakai Aplikasi Ini (Liputan6.com/Fitri Syarifah) http://health.liputan6.com/read/2037356/pelecehan-seksual-siswa-tk-pihak-sekolah-harus-tanggung-jawab <p>Tersangka kasus pencabulan bocah lelak! i berinisial AK (6) Taman Kanak-Kanak di kawasan Pondok Indah, Jakarta telah ditetapkan pihak kepolisian. Melihat hal ini Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pihak kepolisian terus menindak lanjuti kasus pelecehan seksual anak ini.<br /><br />"Kasus ini sudah dibawa ke pihak kepolisian karena pihak sekolah tidak menggubris laporan sang orangtua. Kami mendorong pihak kepolisian untuk terus menindak lanjuti kasus. Pihak kepolisian sudah ada tersangkanya yakni petugas kebersihan. Menurut cerita sang ibu korban pun menunjuk langsung orang yang mencabulinya. Pihak sekolah harus bertanggung jawab karena tersangka merupakan orang yang bekerja di sekolah itu," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait saat diwawancari Tim Health <em>Liputan6.com</em>, Selasa (15/4/2014).<br /><br />Komnas PA meminta pihak kepolisian menindak tegas para pelaku pelecehan seksual. "Kalau sudah terbuk! ti bersalah harus ditindak tegas," kata Arist. Hal serupa juga dikataka! n Ketua KPAI, Asrorun Niam Sholeh. "Kami memantau terus proses penegakan hukumnya agar kasus serupa tidak berulang lagi nantinya," kata Asrorun.<br /><br />Saat ini pihak kepolisian sudah meringkus tersangka pelaku <a href="http://news.liputan6.com/read/2037338/para-pencabul-bocah-tk-incar-korban-yang-hendak-ke-toilet">pencabulan</a> di sekolah Internasional tersebut yang diketahui memiliki kelainan. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol. Rikwanto mengatakan, kedua tersangka berinisial AI dan VA ternyata mempunyai penyakit psikis. "Mereka punya penyakit psikis masuk dalam golongan homo," kata Rikwanto di kantornya, Jakarta.<br /><br />Rikwanto menjelaskan, kedua pelaku memang sengaja mengincar korbannya yang ingin ke toilet sekolah. Mereka kemudian memperhatikan siapa korbannya yang dapat diperdaya.<br /><br />"Setiap hari mereka melihat siapa yang bisa diperdaya inilah yang menjadi korban,! " ucap Rikwanto. Sebelumnya, Rikwanto mengungkapkan, kedua tersangka yang telah ditahan terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara. Mereka akan dijerat Pasal 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pelecehan seksual dan Undang-Undang Perlindungan Anak.</p> <p><strong>Baca Juga :</strong></p> <p><a href="%20 http:/health.liputan6.com/read/2037231/komnas-pa-akan-datangi-tk-internasional-terkait-kasus-pencabulan"><strong>Komnas PA akan Datangi TK Internasional Terkait Kasus Pencabulan</strong></a></p> <p><a href="http://health.liputan6.com/read/2037287/trauma-dilecehkan-bocah-tk-internasional-takut-sekolah"><strong>Trauma Dilecehkan, Bocah TK Internasional Takut Sekolah</strong></a></p> <p><a href="http://health.liputan6.com/read/2037233/murid-tk-internasional-korban-pelecehan-seks-masih-rasakan-sakit"><strong>Murid TK Internasional Korban Pelecehan Seks ! Masih Rasakan Sakit</strong></a></p> <p><a h! ref="%20http:/news.liputan6.com/read/2037338/para-pencabul-bocah-tk-incar-korban-yang-hendak-ke-toilet"><strong>Para Pencabul Bocah TK Incar Korban yang Hendak ke Toilet</strong> </a></p> Tue, 15 Apr 2014 17:02:13 +0700 2037356 Komnas PA : Pihak Sekolah Internasional Harus Tanggung Jawab Kusmiyati Komnas anak meminta pihak sekolah internasional bertanggung jawab terkait kasus pencabulan siswa TK. Wed, 16 Apr 2014 13:45:09 +0700 Pelecehan Seksual Anak (Liputan6.TV) Pelecehan Seksual Anak (Liputan6.TV) http://health.liputan6.com/read/2037388/baiknya-siswa-tk-korban-pelecehan-diberikan-homeschooling <p>Pengalaman traumatis dirasakan siswa Taman Kanak-kanak (TK) Internasional di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pelecehan seksual yang diterimanya membuatnya ketakutan pergi kesekolah. Komisi Perlindungan Anak (KPAI) mengharapkan pihak sekolah memberikan pendampingan.<br /><br />Demikian disampaikan Sekjen KPAI saat mendatangi sek! olah tempat bocah berusia enam tahun itu belajar, Jakarta, Selasa (15/4/2014).<br /><br />"JIS hendaknya memberikan pendampingan berupa<em> homeschooling</em> pada korban karena saat ini korban dalam keadaan trauma Bahkan takut dan teriak jika bertemu orang baru. Ini agar korban mau kembali bersekolah," kata Erlinda.<br /><br />Seperti diketahui bocah berinisial AK menjadi korban pencabulan petugas kebersihan di toilet sekolah. Pengalamanya itu membuatnya ketakutan, termasuk untuk ke sekolah. "Sekarang anaknya takut sekolah, kemungkinan masih ada perasaan takut. Untuk itu kami akan mendekati sang anak agar dia tidak mengalami trauma berlebihan," kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait.<br /><br />Pada kasus ini, untuk sementara pihak kepolisian sudah menetapkan dua tersangka pria, yakni AI dan VA, yang langsung ditahan. Sedangkan seorang tersangka lainnya AF yang merupakan perempuan tak d! itahan karena tidak ada cukup bukti.<br /><br />Menurut Kep! ala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, pelecehan itu dilakukan di dalam toilet sekolah oleh tersangka yang merupakan petugas toilet dan memiliki gangguan psikis.<br /><br />"Setiap hari mereka melihat siapa yang bisa diperdaya inilah yang menjadi korban," ucap Rikwanto. Sebelumnya, Rikwanto mengungkapkan, kedua tersangka yang telah ditahan terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara. Mereka akan dijerat Pasal 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pelecehan seksual dan Undang-Undang Perlindungan Anak.<br /><br />(David Bachtiyar Rizal)</p> <p><strong>Baca Juga :</strong></p> <p><a href="%20 http:/health.liputan6.com/read/2037231/komnas-pa-akan-datangi-tk-internasional-terkait-kasus-pencabulan"><strong>Komnas PA akan Datangi TK Internasional Terkait Kasus Pencabulan</strong></a></p> <p><a href="http://health.liputan6.com/read/2037287/trauma-dilecehkan-bocah-tk-i! nternasional-takut-sekolah"><strong>Trauma Dilecehkan, Bocah TK Internasional Takut Sekolah</strong></a></p> <p><a href="http://health.liputan6.com/read/2037233/murid-tk-internasional-korban-pelecehan-seks-masih-rasakan-sakit"><strong>Murid TK Internasional Korban Pelecehan Seks Masih Rasakan Sakit</strong></a></p> <p><a href="%20http:/news.liputan6.com/read/2037338/para-pencabul-bocah-tk-incar-korban-yang-hendak-ke-toilet"><strong>Para Pencabul Bocah TK Incar Korban yang Hendak ke Toilet</strong> </a></p> Tue, 15 Apr 2014 16:39:29 +0700 2037388 Tim Liputan 6 SCTV Siswa TK Internasional korban dugaan pelecehan seksual hendaknya mendapatkan pendampingan dari pihak sekolah berupa home schooling. Wed, 16 Apr 2014 05:29:54 +0700 Baiknya Siswa TK Korban Pelecehan Diberikan `Homeschooling` (Foto: Istimewa) Baiknya Siswa TK Korban Pelecehan Diberikan `Homeschooling` (Foto: Istimewa) ! http://health.liputan6.com/read/2037366/komnas-pa-sekolah-internasional! -tidak-jamin-bersih-pelecehan <p>Untuk pendidikan anak, para orangtua kerap mencari yang terbaik untuk masa depan buah hati. Tidak sedikit yang memilih sekolah bagus dan lebih mahal seperti sekolah bertaraf internasional karena merasa lebih nyaman. <br /><br />Menurut Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, sekolah bertaraf internasional sekalipun tidak menjamin bersih dari kasus pelecehan seksual.<br /><br />"Seketat apapun peraturan sekolah itu, atau semahal apapun sekolahnya tidak menjamin pelecehan seksual. Seperti sekolah yang bertaraf internasional, kalau dikelola tidak baik pelecehan atau kekerasan pada anak bisa saja terjadi," kata Arist, Selasa (15/4/2014).<br /><br />Arist mengatakan kasus kejahatan seksual anak sudah memasuki taraf darurat anak. "Sekolah yang begitu canggih seperti sekolah internasional itu malah petugas kebersihannya tidak membuat nyaman siswa yang ada di sana. Ini memp! erlihatkan kejahatan seksual pada anak bisa terjadi di mana saja, sudah masuk darurat anak," kata Arist.</p> <p><strong>Baca Juga :</strong></p> <p><a href="%20 http:/health.liputan6.com/read/2037231/komnas-pa-akan-datangi-tk-internasional-terkait-kasus-pencabulan"><strong>Komnas PA akan Datangi TK Internasional Terkait Kasus Pencabulan</strong></a></p> <p><a href="http://health.liputan6.com/read/2037287/trauma-dilecehkan-bocah-tk-internasional-takut-sekolah"><strong>Trauma Dilecehkan, Bocah TK Internasional Takut Sekolah</strong></a></p> <p><a href="http://health.liputan6.com/read/2037233/murid-tk-internasional-korban-pelecehan-seks-masih-rasakan-sakit"><strong>Murid TK Internasional Korban Pelecehan Seks Masih Rasakan Sakit</strong></a></p> <p><a href="%20http:/news.liputan6.com/read/2037338/para-pencabul-bocah-tk-incar-korban-! yang-hendak-ke-toilet"><strong>Para Pencabul Bocah TK Incar Ko! rban yang Hendak ke Toilet</strong> </a></p> Tue, 15 Apr 2014 16:03:16 +0700 2037366 Kusmiyati Ketua Komnas PA mengatakan sekolah yang bagus dan mahal bahkan bertaraf internasional tidak menjamin bersih pelecehan seksual anak. Wed, 16 Apr 2014 15:23:51 +0700 Pelecehan Seksual (Foto:istimewa) Pelecehan Seksual (Foto:istimewa)