Aplikasi bernama Figure 1 tersebut memungkinkan para dokter dari seluruh belahan dunia membagikan foto, hasil x ray, ataupun USG pasien mereka yang mempunyai keluhan. Dengan begitu, dokter yang masih ragu atau tidak yakin dengan penyakit pasienya dapat meminta bantuan dari dokter lain dengan melihat kondisi pasien melalui foto tersebut.
Akan tetapi adanya foto tersebut membuat kekhawatiran bahwa privasi pasien akan terganggu. Asisten profesor dari University of Canberra, Bruce Arnold, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa memburamkan mata pasien tidak cukup untuk menyamarkan identitas pasien.
"Saya kira dengan sedikit informasi lebih saya dapat mem! beri tahu Anda siapa pasien ini," ujar Bruce kepada ABC Australia dan dikutip detikHealth, Selasa (15/4/2014).
Hal senada juga diungkapkan oleh Profesor Thomas Faunce, lulusan kedokteran yang kini menjadi pengacara. Ia meragukan apa yang dikatakan produsen tentang keamanan privasi pada aplikasi mereka.
"Mereka mempunyai standar privasi yang baik seperti tertulis pada aplikasi mereka. Namun mereka tidak menerapkan hal tersebut," paparnya secara terpisah.
Dari gambar yang dimuat ABC Australia, terlihat bahwa aplikasi tersebut memang cukup sering digunakan oleh dokter. Gambar pertama berupa wajah seseorang yang sudah dikaburkan. Bagian mata sengaja ditebalkan dengan warna hitam. Pasien tersebut diketahui mempunyai keluhan tentang wajahnya yang berwarna biru.
Gambar kedua menunjukkan hasil x-ray lutut seseorang. Pasien mengalami cedera ketika bermain basket. Dokter pun menanyakan kepada koleganya tentang apa kira-kira yang menyebabkan s! akit si pasien.
dok. ABC Australia
Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini
Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/395f1252/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A40C150C140A1240C25556670C7630Caplikasi0Ekhusus0Edokter0Eini0Edinilai0Eganggu0Eprivasi0Epasien/story01.htm