Studi yang dilakukan di dua negara, yaitu AS dan Prancis tersebut melibatkan 175.000 wanita paruh baya dan berlangsung selama 20 tahun. Peneliti kemudian membandingkan risiko kanker payudara pada wanita yang hanya punya sedikit atau tak punya tahi lalat dengan wanita yang tahi lalatnya banyak (ada satu wanita yang memiliki lebih dari 15 tahi lalat dalam satu lengan)
Ternyata mereka yang tahi lalatnya banyak lebih sering didiagnosis mengidap kanker payudara ketimbang wanita yang tahi lalatnya hampir tak ada. Bahkan makin banyak tahi lalat yang dimiliki seorang wanita berdampak pada makin besarnya risiko kanker payudara yang menghantuinya.
Namun seperti dikutip dari CNN, Rabu (11/6/2014), peneliti menegaskan ini bukan berarti orang-orang yang punya tahi lalat harus panik karena kaitan antara tahi lalat dengan kanker payudara tidaklah langsung.
Para pakar sendiri tidak pernah menduga bila tahi lalat bisa memicu kanker payudara. Kalaupun ada kaitannya, mungkin karena estrogen dan hormon seks si penderita lainnya. Hal ini karena baik tahi lalat maupun kanker payudara dipengaruhi oleh kadar hormon.
Sebuah studi lain dari Amerika menemukan wanita yang kadar hormon estrogen dalam darahnya tinggi mempunyai tahi lalat lebih banyak. Sedangkan estrogen juga dapat mendorong pertumbuhan kanker. Akan tetapi sekali lagi ini semua baru sebatas dugaan.
"Mungkin kami belum bisa memastikan apapun, namun setidaknya ini bisa jadi faktor risiko tambahan yang tak dapat diabaikan sehingga wanita yang berisiko lebih tinggi (tahi lalatnya banyak) sebaiknya diperhatikan dengan seksama," tutur peneliti Dr Marie-Christine Boutron-Ruault yang juga ! direktur Inserm (French Institute of Health and Medical Resear! ch).
(lil/up)
Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini
Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/3b63c971/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A60C110C1911460C260A56680C7630Ctak0Ecuma0Ekanker0Ekulit0Etahi0Elalat0Ejuga0Epicu0Ekanker0Epayudara/story01.htm